Mbak Ida Pamer Celana Dalam, Apa Kata Pengamat Media Sosial?

Taufik Budi, Okezone · Minggu 20 September 2020 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 512 2280594 mbak-ida-pamer-celana-dalam-apa-kata-pengamat-media-sosial-ND6eEVO4Bz.jpg Tangkapan layar seorang pengendara motor pamer celana dalam (Foto: Instagram @polsekmagelangselatan)

SEMARANG – Aksi pengendara sepeda motor yang pamer celana dalam di jalan raya masih menjadi pembicaraan publik di dunia nyata maupun maya. Polisi pun bergerak cepat menelusuri pelaku beserta perekam videonya.

Pelaku diketahui berinisial S (32), seorang pria namun akrab disapa Mbak Ida. Sementara perekam videonya adalah rekannya R (24). Aksi itu bukan hanya tak terpuji tetapi juga membahayakan dirinya maupun pengendara lainnya. Mereka pun diminta polisi memberi klarifikasi setelah beraksi pamer celana dalam di Kota Magelang.

“Mengapa pengguna internet seperti itu? Ketika mereka berperilaku yang dianggap aneh untuk sebagian orang, tetapi sesungguhnya itu ada beberapa hal yang melatarbelakanginya,” ujar pengamat media sosial dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinius) Semarang, Heni Indrayani, Sabtu (19/9/2020).

“Pertama, dia mengeksplor identitasnya. Kemudiab kedua, ekspresi diri. Terus dia ingin punya teman secara virtual yang diterima secara sosial jadi ada penerimaan untuk bahwa dia ini ingin populer. Dari situ makanya dia berlomba-lomba berperilaku seperti itu,” ungkap dia.

Baca Juga: TikTok Pemotor Pamer Celana Dalam, Pelaku Akhirnya Teridentifikasi 

Tindakan sensasional yang dilakukan ini pun tak lepas untuk menarik perhatian warganet agar memberikan like serta comment. Sebab, ketika konten yang diunggah mendapat like dan comment banyak akan cepat viral.

“Konten yang viral sebenarnya dia (pelaku) men-trigger reaksi orang untuk semakin banyak mendapatkan atensi yang ditandai like dan comment,” beber perempuan berparas ayu ini..

Heni juga mengungkapkan, banyaknya like dan comment akan membuat user (pelaku) semakin percaya diri. Dia akan meyakini konten yang dibuatnya disukai dan diterima oleh warganet. Meski dalam sisi lain, menimbulkan gejolak atau keresahan di tengah masyarakat.

“Semakin banyak like dan comment yang itu sensasional, nah di situ dia merasa pride-nya lebih tinggi atau istilahnya self esteem, harga diri. Karena dia semakin menjadi perhatian bagi audiensnya yang melihat postingannya itu,” jelas dia.

“Jadi dia merasa semakin diterima secara sosial karena kan ada banyak like dan komentar. Nah itu didapatkan di media sosial, karena orang itu melihat berdasarkan konten yang diunggah, orang (warganet) tidak menelusuri lebih lanjut,” pungkas dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini