Polisi Arak Keliling Peti Mati Pasien Covid-19

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Jum'at 25 September 2020 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 608 2283585 polisi-arak-keliling-peti-mati-pasien-covid-19-7o8ss9IsmC.jpg Anggota Polsek Medan Timur bersosialisasi bahaya Covid-19 dengan mengarak peti mati/Foto: Ahmad Ridwan Nasution-iNews

MEDAN - Pemerintah terus mengimbau masyarakat patuh protokol kesehatan Covid-19 dalam berbagai aktivitas. Berbagai cara dilakukan agar warga sadar diri tentang bahaya virus corona.

Salah satu cara unik dilakukan jajaran Polsek Medan Timur agar masyarakat patuh protokol kesehatan. Sebuah peti mati lengkap dengan papan nisan pasien Covid-19 yang meninggal dunia diarak keliling di jalan raya dan pasar di Kota Medan, Sumatera Utara.

Ini merupakan upaya Polsek Medan Timur meminta masyarakat semakin sadar untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan melihat langsung peti mati, diharapkan masyarakat lebih paham bahayanya Covid-19.

Anggota Polsek Medan Timur mengunakan mobil patroli bak terbuka untuk membawa replika peti mati dan papan nisan replika. Mulai dari Mako Polsek Medan Timur, melintasi sejumlah titik jalan raya yakni Jalan Jawa, Jalan Sutomo, hingga ke pasar.

Replika peti mati pasien Covid-19 ini dilengkapi tulisan bahasa lokal kota medan, yakni “Korban Covid-19 akibat tidak patuhi protokol kesehatan jangan jogal kali biar engak apa kali".

Peti Mati

Dalam aksi sosialisasi ini, petugas juga berikan imbauan kepada masyarakat dengan mengunakan alat pengeras suara. Selain itu, warga yang berkedapatan tidak mengenakan masker langsung ditegur dan diminta membaca tulisan yang ada di peti mati.

Usai mengelilingi jalan raya, peti mati juga diarak ke dalam Pasar Sambu Kota Medan. Bersamaan ramainya aktivitas pasar, petugas merazia dan memberikan imbauan ke pedagang dan pengunjung agar menjaga jarak, mengenakan masker dan tidak berkerumunan.

Wakapolsek Medan Timur Iptu Edisman Purba kasus Covid-19 di Kota Medan terus bertambah dan sangat mengkhawatirkan

"Korban meninggal dunia pun sudah banyak. Sehingga aksi ini merupakan suatu kegiatan yang spesifik agar masyarakat lebih tersentuh perasaannya saat melihat peti mati tersebut," kata Edisman, Jumat (25/9/2020).

Edisman berharap, sosialisasi bahaya Covid-19 semakin membuat masyarakat sadar dan selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kemudian masyarakat semakin paham bahwa Covid-19 sangat mengancam nyawa.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini