JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mempercepat pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas dalam penanganan Covid-19.
Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan PPSDM Kesehatan, hingga hari ini total anggaran yang telah disalurkan untuk insentif tenaga kesehatan sebesar Rp2.345.653.307.798, atau Rp2,3 triliun.
Dana tersebut dibagi ke dalam 2 pos yakni pusat dan daerah. Pusat terdiri dari Rumah Sakit, KKP, BBLK/BTKL/Lab/Relawan dan PPDS, sedangkan daerah yakni Dinkes, RSUD dan Puskesmas.
“Sesuai instruksi Presiden, kami Kementerian Kesehatan terus berupaya mempercepat penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan yang bertugas,” kata Kadir dikutip dari rilis di laman Kemenkes, Minggu (27/9/2020).

Kemudian, untuk santunan kematian. Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 110 tenaga kesehatan meninggal dalam penanganan Covid-19. Dari jumlah tersebut, 100 tenaga kesehatan telah terverifikasi dan mendapatkan santunan serta penghargaan dari pemerintah, dengan realisasi anggaran Rp30 miliar atau 50% dari total dana santunan kematian sebesar Rp60 miliar. Sementara, 10 lainnya masih harus melengkapi dokumen sesuai KMK 447.
Baca juga: Pasien Covid-19 Melonjak, Dokter RSPI Sulianti Saroso Curhat Kekurangan Tenaga Medis ke Jokowi
“Santunan kematian telah diberikan sebanyak 50% atau Rp30 miliar kepada 100 ahli waris tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan Covid-19. Harapannya ini tidak akan bertambah lagi, karena keselamatan nakes adalah prioritas kami,” imbuhnya.