Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Viral Pasien Covid-19 Ngaku Terpaksa Bersihkan Ruang Isolasi, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Viral Pasien Covid-19 Ngaku Terpaksa Bersihkan Ruang Isolasi, Ini Penjelasan Rumah Sakit
Screenshoot dari video yang viral di group whatsapp jurnalis.
A
A
A

Sementara Direktur RSUD Waisai dr. Agus Arianto, S.pb yang mengatakan, memang benar ada salah satu tenaga medis di RSUD Waisai bernama Oktovina Tonapa yang dirawat di rumah sakit tersebut karena terpapar covid-19.

Namun terkait dengan pengakuan yang bersangkutan di dalam videonya tersebut, menurut Agus hal itu sangat tidak benar. Pernyataan tenaga medis yang terpapar covid tersebut hanya bertujuan untuk memojokan pihak RSUD Waisai, Raja Ampat.

Menurut dr. Agus, tenaga medis atas nama Oktovina Tonapa dan sebelas pasien lainnya yang di sebutkan di dalam video tersebut adalah pasien Covid-19 yang dilakukan karantina terhadap mereka, dan bukan dilakukan isolasi. Hal ini tentu penanganan terhadap mereka berbeda. Karena mereka pasien tanpa gejala maka dilakukan karantina dengan perawatan yang baik.

“Ya memang itu petugas rumah sakit, tidak ada seperti yang disampaikan oleh yang bersangkutan (Oktovina Tonapa). Jadi saya perlu jelaskan ya, itu sebenarnya, yang bersangkutan mau masuk isolasi, karena ada riwayat batuk, terus ada sakit penyertanya istilahnya lah. Diabetes, terus dia juga sudah mengalami gejala tebing viver, itu petugas kami. “ungkap dr. Agus Arianto pada Minggu (27/9/2020).

“Kalau perhatikan, kami selalu perhatikan. Saya saja lihat-lihat dia, kalau dia jalan di depan sini, kan pasien karantina, dia ini kan sodara kami, kalau perhatikan, kami perhatikan dia, apalagi dia tenaga medis di sini. Sudah ada dokter ahli juga lakukan pemeriksaan terhadap dia dan semua pasien Covid, kami sangat perhatikan betul,” ujarnya.

Menurut dr. Agus, pihak nya menyanyangkan sikap pasien covid-19 yang juga merupakan tenaga medis di RSUD Waisai tersebut, yang dengan cara dinilai kurang baik membuka ke publik hal yang tidak benar. Apalagi soal vitamin dan pelayanan lainnya yang dituduhkan kepada pihak rumah sakit, di mana semua tidak dibicarakan baik-baik.

“Yang kami pertanyakan bentuk perhatian apa yang dia inginkan, untuk soal vitamin misalnya, kan itu ada di rumah sakit, tinggal dia wa saja kan, kita ini sodaranya kan, kenapa harus seperti ini,. Tinggal wa dengan cara yang baik, dia sudah bicara posting kiri kanan, ke pak Sekda, ke Pak Bupati, apakah caranya begitu,. Ini kan dia ibarat menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” ungkap dr. Agus.

Semua tuduhan yang disampaikan Oktovina, menurut dr. Agus sangat jauh dari kenyataan yang ada, di mana pelayanaan terhadap pasien covid-19 semua diberlakukan secara baik dan manusiawi.

Soal kepuasan pasien di saat pandemi Covid-19, menurut dr. Agus hal ini tidak bisa dilihat secara sepihak, apalagi saat ini semua tengah dilanda wabah.

Agus bahkan dengan tegas mengatakan bahwa semua tuduhan yang bersangkutan tidak benar dan tanpa bukti.

“Dan saya tegaskan apa yang disampaikan oleh ibu ini tidak benar. Makan diperhatikan baik, pagi, siang sore, itu dari dinas kesehatan, perhatikan semua. Kondisi pasien kami cek baik, lah ini kurangnya di mana. Kalau bicara kecewa dengan pelayanan, tentu semua pasti kecewa bukan hanya pasien Covid-19 kan. Semua pasti kecewa, yah saat ini kan kondisi kita kena wabah semua ya, tapi kami sudah berusaha maksimal untuk melayani,” ucapnya.

Terkait kondisi yang bersangkutan yang dianggap mempunyai masalah dengan pihak rumah sakit, menurut dr. Agus, Oktovina beberapa kali melakukan ancaman kepada petugas rumah sakit di grup whatsapp, internal rumah sakit jika dia terlambat diperiksa atau pelayanan yang dianggap kurang. Terkait dana pembelian vitamin yang dikatakan sudah tidak ada, menurut dr. Agus sama sekali tidak benar.

Kepada dia, Agus mengatakan pemberian vitamin terus dilakukan sesuai aturan.

“Dia bahkan sempat memberikan ancaman, kepada petugas di grup rumah sakit, kenapa tidak membicarakan sesuatu dengan baik. Soal anggaran untuk vitamin sudah tidak ada, itu sangat tidak betul, vitamin yang kita berikan sudah sesuai, dan itu tidak betul kalau soal anggaran untuk membeli vitamin sudah habis.”tegas dr. Agus.

“Apa yang dia buat ini kan sangat mencoreng nama rumah sakit, dia kerja kan di rumah sakit kenapa dia mempermalukan rumah sakit. Dia ini kerja dimana sebenarnya.”ungkap dr. Agus dengan nada kesal.

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement