Bersinergi Dalam Pengelolaan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Senin 28 September 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 1 2284822 bersinergi-dalam-pengelolaan-pendidikan-di-masa-pandemi-covid-19-e1pI41HBx9.jpg Foto: Dok Kemendikbud

Wabah pandemi Covid-19 telah berdampak tajam terhadap tatanan aspek kehidupan di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sektor kesehatan, ekonomi, sosial, dan pendidikan adalah sektor yang paling nyata terdampak. Sektor pendidikan misalnya, akibat menyebarnya wabah pandemi maka seluruh aktivitas pembelajaran di sekolah dihentikan, dan dialihkan dengan kebijakan Belajar Dari Rumah dengan moda Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Di tengah kondisi ketidaksiapan dalam banyak hal, seluruh sekolah di Indonesia harus melaksanakan PJJ demi memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik.

Meskipun dalam kondisi yang serba tidak siap dari sisi sarana prasarana untuk melaksanakan PJJ di awal masa darurat pandemi, seluruh elemen pendidikan -guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah, bersama-sama pemerintah daerah berupaya menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh yang memperhatikan ketuntasan minimal pembelajaran sambil berupaya mengatasi tantangan dalam implementasi pembelajaran yang sangat beragam.

Tantangan daerah dalam PJJ meliputi sebaran satuan pendidikan di daerah terpencil dan terluar yang perlu didampingi, minimnya infrastruktur daring di daerah, terbatasnya kepemilikan perangkat teknologi pada keluarga siswa, hingga terbatasnya kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam melakukan inovasi pemanfaatan sumber pembelajaran sampai dengan bagaimana melaksanakan penilaian (assessment) selama PJJ.

Agar mutu pembelajaran dan penilaian dapat dipertahankan dalam kondisi keterbatasan interaksi sosial maka pilar-pilar penopang mutu pendidikan yaitu kecakapan literasi, penguatan karakter, serta kecakapan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration) perlu terus ditegakkan melalui inovasi pembelajaran jarak jauh. Pengawalan proses yang bermutu inilah yang menjadi fokus utama dalam pembinaan sekolah yang perlu disiapkan bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah melaksanakan kegiatan rapat koordinasi (rakor) yang melibatkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, yang terdiri dari unsur Kabid SMP; Kasi Kurikulum; pengawas/korwas bidang SMP.

Tujuan diselenggarakannya rakor ini untuk memberikan inspirasi konsep pengelolaan pendidikan di Kabupaten/Kota dalam masa pandemi Covid-19, yang meliputi antara lain: Kebijakan Pelaksanaan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19, Manajeman dan Strategi Implementasi Pembelajaran dan Penilaian di Masa Pandemi Covid-19, Penguatan Karakter dan Literasi dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian di Masa Pandemi Covid-19, Inspirasi Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian di Masa Pandemi Covid-19, Pelaksanaan PJJ pada Mata Pelajaran (Mapel) dan Menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) kegiatan pendampingan Pembelajaran dan Penilaian di masa Pandemi Covid-19.

Materi rakor didasari pada kebijakan-kebijakan yang digulirkan oleh Kemdikbud terkait dengan Pelaksanaan pendidikan di era pandemi covid-19 melalui:

SE Kepemendikbud No. 4/2020;

SE Sekjen Kemdikbud No. 15/2020;

SKB 4 Menteri tentang Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/2021.

Kepmendikbud No. 719/P/2020.

Peserta kegiatan rakor adalah fasilitator daerah dari 514 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan 34 LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan), dilaksanakan dalam 14 angkatan melalui mekanisme video conference dan dilaksanakan dari bulan Agustus s.d. September 2020. Kegiatan rakor dilaksanakan selama 2 hari. Pada hari ke-2 peserta diminta membuat Rencana Tindaklanjut (RTL) terkait dengan implementasi kebijakan pelaksanaan pendidikan di masa pandemi. RTL dibuat sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Meskipun kegiatan dilaksanakan secra daring, respon peserta cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari aktivitas peserta menyampaiakan laporan implementasi melalui ruang komunikasi pada device masing-masing. Peserta juga sangat antusias mengiuti sajian materi yang terkait dengan proses pembelajaran dan penilaian, seperti inspirasi pengembangan bahan ajar dan Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Harapannya materi rakor dapat membantu kapasitas dan kompetensi para pengawas dan pemangku kepentingan di daerah dalam mengawal proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Kegiatan rakor ini akan dilanjutkan dengan Bimbingan teknis Penilaian kepada para pengawas di Dinas Kabupaten/Kota.

Materi rapat koordinasi dapat diunggah di https://bit.ly/materirakorpenilaian

 CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini