SIKKA – Akibat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur masuk zona merah Covid-19, seluruh sekolah di sana kembali menerapkan belajar di rumah secara online (belajar daring).
Fakta ini menjadi berita buruk bagi siswa yang tinggal di pedalaman yaitu di Desa Wailamun, Kecamatan Talibura. Sebab daerah itu berada di wilayah blank sport alias tak ada jaringan komunikasi termasuk internet.
Nah, untuk mencari sinyal siswa harus berjalan kaki mendaki bukit sejauh 3 Km. Kepala Desa Wailamun Markus Muksim mengatakan, sinyal memang hanya ada di bukit Loronawaan yang merupakan batas Desa Wailamun dengan Desa Nebe.
Di sanalah siswa terpaksa belajar online. "Di Bukit Loronawaan satu-satunya tempat yang bisa menangkap sinyal telefon seluler. Jadi kalau siang hari dan malam hari bukit itu pasti ramai. Banyak pelajar di atas bukit itu untuk belajar online,” ucapnya beberapa waktu lalu.
“Bukit Loronawaan ini jauh dari pemukiman warga. Jaraknya sekitar tiga kilometer," tambah Markus.
Baca Juga: Kisah Nenek Rokhimah, Hidup Kesepian Hanya Ditemani Ayam Kesayangan
Ia mengungkapkan kalau malam hari, kadang-kadang ada orangtua yang mendampingi anaknya menuju Bukit Loronawaan. Hal itu dilakukan agar anak mereka bisa mengerjakan tugas yang diberikan bapak guru.