Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Penyintas Covid-19, Sering Berolahraga dan Minum Vitamin Namun Terkena Corona

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 28 September 2020 |19:35 WIB
Kisah Penyintas Covid-19, Sering Berolahraga dan Minum Vitamin Namun Terkena Corona
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Hans Virgoro seorang penyitas Covid-19  membagikan kisahnya sembuh dari Covid-19. Ia pun menceritakan awal mula terpapar Covid-19 hingga bisa sembuh.

“Jadi kalau saya sih sebenarnya tuh tidak bergejala ya, justru ya. Jadi di awal saya terkena Covid itu sebenarnya bukan tiba-tiba saya mau swab atau saya mau periksa bahwa saya ada gejala Covid nggak sih gitu ya sebenernya,” ujar Hans dalam diskusi virtual di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Hans melanjutkan, bahwa tindakan medis yang mengharuskan ia menjalani tes swab. “Jadi saya itu mau ada tindakan medis, saya diharuskan untuk swab. Nah setelah saya swab ternyata hasilnya itu saya positif gitu.”

Dia pun mengaku kaget ternyata ia positif Covid-19. Padahal, ia mengaku telah menjalankan protokol kesehatan bahkan juga aktif berolahraga dan meminum vitamin. “Awalnya saya juga kaget kok saya bisa positif. Padahal saya sudah menjalankan semua protol kesehatan, saya juga olahraga, saya juga minum vitamin gitu ya. Tiba-tiba saya Covid itu kayaknya kaget juga gitu.”

“Nah setelah itu itu saya bicarakan sama teman saya seorang dokter untuk toraks atau foto CT Scan paru, ternyata setelah CT Scan paru ternyata hasilnya pneumonia gitu. Karena hasil itu pneumonia dan swab saya itu positif, berarti bisa dikatakan saya Covid,” cerita Hans.

Jadi, sama sekali tidak merasakan ada sakit ataupun ada indikasi sakit di antaranya begitu? “Sebenarnya nggak ngerasa apa-apa ya, cuma memang agak sedikit saya kaya mau flu, cuman mau flu aja gitu. Nggak ada yang tanya batuk flu atau bersin atau apa gitu nggak ada sih, nggak ada. Jadi bener kaya mau flu ringan gitu aja gitu,” ungkap Hans.

Dia sempat bingung saat dirinya positif Covid-19 sebelum memutuskan melakukan karantina di rumah. “Awalnya saya bingung ya, ngapain nih gitu. Saya harus ke rumah sakit atau apa gitu,” katanya.

“Terus saya telepon teman saya salah satu dokter, dia bilang kalau di karantina di rumah gimana? Ada orang nggak di rumah kira-kira? Kebetulan saya tinggalnya nggak dengan siapa-siapa ya, Cuma sama asisten saya aja 1 orang. Jadi saya karantina di rumah terus teman saya yang dokter itu bilang tapi kalau karantina di rumah harus komitmen ya, nggak boleh yang ini, nggak boleh yang itu,” papar Hans.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement