Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tim Rukyat Kemenag: Posisi Hilal 3 Derajat, tapi Belum Capai Ambang Batas Elongasi

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Kamis, 19 Maret 2026 |10:42 WIB
Tim Rukyat Kemenag: Posisi Hilal 3 Derajat, tapi Belum Capai Ambang Batas Elongasi
Tim Rukyat Kemenag: Posisi Hilal 3 Derajat, tapi Belum Capai Ambang Batas Elongasi (Ilustrasi/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketinggian hilal di sejumlah daerah terpantau sudah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yakni 3 derajat. Namun, hal itu belum memenuhi ambang batas elongasi yang ditetapkan dalam kriteria MABIMS.

Pada kriteria MABIMS, posisi hilal pada saat matahari terbenam minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat. Untuk menentukan awal bulan hijriah harus memenuhi ke dua parameter tersebut

Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya, mengatakan posisi hilal di wilayah NKRI berkisar antara 0,91 hingga 3,13 derajat pada Kamis (19/3/2026) atau 29 Ramadan 1447 H. Sementara titik elongasi berkisar 4,54 hingga 6,10 derajat. 

"Meski tinggi hilal di sebagian Provinsi Aceh sudah mencapai 3 derajat, namun belum mencapai ambang batas elongasi minimum 6,4 derajat," tutur Cecep saat dihubungi dalam pesan singkat, Kamis (19/3/2026).

Namun, Cecep menyampaikan, seluruh wikayah NKRI belum memenuhi visibilitas hilal MABIMS.

"Jika ada yang memenuhi kriteria tinggi dan elongasi minimal di satu tempat di NKRI saja, maka berlaku untuk seluruh wilayah hukum NKRI. Namun ternyata tidak ada satupun tempat di NKRI yang memenuhi kriteria," tutur Cecep.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement