SERANG - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana menyebut, ada tiga perangkat peringatan dini atau early warning system (EWS) tsunami rusak.
Ketiga EWS yang rusak tersebut berada di Pasauran Serang, Panimbang, dan Labuan Pandeglang.
"Saat dicek kemarin ketiga Eearly Warning System yang bentuknya sirine itu rusak, di Pasauran, Panimbang dan Labuan," kata Nana kepada wartawan, Senin (28/9/2020).
Mengetahui alat yang berguna untuk memberikan informasi kepada masyarakat jika terjadi tsunami itu rusak, Pemprov Banten melalui BPBD sudah melakukan kordinasi untuk segera diperbaiki.
"Kita harus benahi, kita sudah berkirim surat ke BMKG pusat untuk segera diperbaiki," ujar Nana.

Menurut Nana, masyarakat di pesisir Banten sudah memiliki kemampuan mitigasi. Sebab, pada akhir tahun 2018 pesisir di Kabupaten Serang hingga Pandeglang pernah dilanda tsunami.
Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait potensi bencana tsunami dan tata cara mitigasi jika terjadi bencana.
"Kita tidak lupa bahwa kita pernah dilanda tsunami, akibat longsornya gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Bencana itu menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat," tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.