Share

46 Santri Positif Covid-19, 5 Ribu Alat Tes PCR Dikirim ke Ponpes Husnul Khotimah

Selasa 29 September 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 525 2285468 46-santri-positif-covid-19-5-ribu-alat-tes-pcr-dikirim-ke-ponpes-husnul-khotimah-uS7NytUCP0.jpg Uu Ruzhanul Ulum. (Foto: Okezone.com/Fathnur Rohman)

KUNINGAN - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum meminta kegiatan belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dihentikan sementara. Hal ini berkaitan dengan ditemukan 46 santri di ponpes ini yang positif virus corona (Covid-19).

"Pihak pimpinan ponpes alhamdulillah mengerti apa yang menjadi arahan kami pemprov. Tidak harus menutup, karena pesantren punya kewenangan masing-masing. Tetapi dengan kebijaksanaan pimpinan ponpes, beliau menutup," kata Uu kepada wartawan di Ponpes Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (29/9/2020) siang.

Uu mengatakan, pihaknya memberikan bantuan alat 5 ribu PCR untuk pengetesan Covid-19 di Ponpes Husnul Khotimah. Bantuan ini diberikan agar santri yang hendak dipulangkan bisa dites terlebih dahulu.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

"Sehingga santri yang dipulangkan ke rumahnya masing-masing sudah jelas negatif. Jangan sampai ketika dipulangkan tidak memiliki status negatif. Takut menular di daerahnya masing-masing," ujarnya.

Baca juga: Bupati Kuningan Minta Santri Sehat di Ponpes Husnul Khotimah Dipulangkan

Dia memastikan, bantuan alat PCR ini disalurkan secara bertahap. Ia ingin kasus Covid-19 di ponpes tersebut ditangani secepat mungkin.

Sementara itu, 46 santri yang positif Covid-19 akan mendapatkan penanganan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan dan pihak Ponpes Husnul Khotimah. Bila dinyatakan negatif, mereka baru boleh pulang ke daerah asalnya.

"Hari ini 400. Besok mungkin tambah. Untuk yang 5.000 alat PCR tidak bisa sekali, karena keterbatasan petugas, dan harus ada tahapan-tahapan selanjutnya," papar Uu.

Masih kata dia, bila penyebaran Covid-19 di ponpes ini meluas, maka tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM).

"Seandainya ada hal-hal lain tidak menutup kemungkinan ada PSBM tingkat kecamatan atau tingkat desa. Nanti kewenangannya ada di Bupati," ujarnya.

Sekedar informasi, sebanyak 46 santri di Ponpes Husnul Khotimah dinyatakan positif Covid-19. Mereka sebelumnya mengeluhkan gejala demam, batuk dan flu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini