Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jeritan Pedagang Masker Scuba, Dapat Rp50 Ribu Sehari Sudah Untung

Mohamad Yan Yusuf , Jurnalis-Rabu, 30 September 2020 |12:48 WIB
Jeritan Pedagang Masker Scuba, Dapat Rp50 Ribu Sehari Sudah Untung
Pedagang masker scuba mengaku sulit menjual barang dagangan setelah penumpang KRL dilarang memakai masker jenis itu (Foto: SIndonews/Yan Yusuf)
A
A
A

JAKARTA - Pedagang kecil yang berada di sekitar stasiun menjerit setelah penumpang KRL dilarang pakai masker scuba. Dengan keluarnya kebijakan tersebut, mereka menyebut pemerintah terlalu mengada-ada.

“Jangan gila dong. Kemarin diperbolehkan, sekarang enggak boleh. Pemerintah plin plan,” kata Rusdi, (52), pedagang masker scuba di kawasan Stasiun Rawa Buaya, Selasa (30/9/2020).

Rusdi yang sudah bertahun-tahun jualan masker jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, mengaku dengan adanya pelarangan masker scuba, bisa dapat Rp50 sehari saja sudah untung.

Saat pandemi melanda, harga masker medis melambung tinggi. “Waktu itu saya akhirnya jual scuba aja. Pendapatan Rp 200-300 ribu bisa di dapat,” katanya.

Kini, saat scuba telah populer, ia kembali kebingungan dengan penerapan pemerintah yang melarang scuba. Padahal dari penjualan, untung dari masker scuba tak begitu besar.

“Saya beli di asemka 40 ribu selusin, palingan saya ambil untung Rp 20ribu selusin. Itu juga sudah paling minim,” katanya.

Baca Juga : Mimpi Anak Pahlawan Revolusi: Letjen MT Haryono Ditusuk Tombak oleh Orang Misterius

Kini setelah larangan di munculkan, dirinya mulai kesulitan dengan penjualan masker. Peminat masker scuba kian hari kian menurun. “Buat dapat Rp50 ribu sehari saja sudah untung,” katanya.

Atas kebijakan itu, Rusdi berharap pemerintah mempertimbangkannya kembali larangan penggunaan masker scuba. Sebab sejauh ini, dirinya telah rugi lantaran stok masker scuba menumpuk di rumahnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement