170 Kematian di Malang, Satgas Covid-19 Sebut Pasien Datang saat Keadaan Sudah Memburuk

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 01 Oktober 2020 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 519 2286572 170-kematian-di-malang-satgas-covid-19-sebut-pasien-datang-saat-keadaan-sudah-memburuk-y4UUfaQQdw.jpg Wali Kota Malang Sutiaji. Foto: Avirista

KOTA MALANG - Kota Malang masuk dalam daftar 20 besar kasus kematian tertinggi pasien Covid-19 di Indonesia setelah mencatat 170 pasien meninggal. Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penambahan pasien meninggal dunia.

Namun penyakit penyerta pada pasien Covid-19 ikut jadi pemicu pasien tak tertolong. Meski begitu Sutiaji mengklaim angka kematian di wilayahnya sudah menurun.

"Sekarang sudah menurun, dan itu kan akumulasi (jumlah angka kematian karena Covid-19 di Kota Malang). Di sini, kemarin itu rata-rata disertai penyakit penyerta," ujarnya pada Rabu (1/10/2020).

"Semaksimal mungkin kesadaran dari masyarakat ini untuk kontrol kesehatan. Karena rata-rata selama ini sudah parah baru ke rumah sakit," tambah Sutiaji.

Terpisah Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang dr. Husnul Muarif menyebut 98,5 persen pasien meninggal lebih disebabkan komorbid atau penyakit penyerta.

"Kalau dilihat dari data, angka kematian di Kota Malang ini hampir 98,5 persen karena komorbid atau penyakit penyerta," tutur Husnul.

Husnul menambahkan, komorbid yang mendominasi pasien Covid-19 yakni hipertensi, kencing manis, jantung, gagal ginjal, hingga stroke.

Selain lanjut Husnul, kebanyakan pasien yang mengalami Covid-19 dan bergejala tiba di rumah sakit rujukan sudah dalam keadaan memburuk sehingga kecil kemungkinan tertolong penanganan medis.

"Dari laporan dari pada rumah sakit yang sudah kita koordinasikan, warga atau masyarakat yang datang itu memang sudah terinfeksi dalam tahap lanjut. Kemudian adanya faktor komorbid di dalam tubuhnya itu yang memperberat dengan covid-19," imbuhnya.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat yang mempunyai riwayat penyakit penyerta harus rutin melakukan pengecekan supaya bila terpapar Covid-19 bisa segera ditangani.

Sebagai informasi Satgas Penanganan Covid-19 Pusat melalui juru bicara Wiku Adisasmito menyebut ada 20 daerah di Indonesia dengan angka kematian tinggi di atas 100 pasien Covid-19. Daerah tersebut meliputi Kota Surabaya, disusul Semarang, Jakarta Pusat, Sidoarjo, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kota Makasar.

Baca Juga: Terpapar Virus Corona di Rumah, Seorang Dokter Meninggal Dunia 

Kemudian disusul Jakarta Selatan, Kota Medan, Gresik, Jakarta Utara, Kota palembang, Kota Balikpapan, Kota Malang, Kota Banjarmasin, Demak, Pasuruan, Kota Manado, Kota Mataram, dan Kudus.

Baca Juga: Pemerintah Catat 20 Kabupaten/Kota Miliki Angka Kematian Covid-19 Lebih dari 100

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini