Banjir Bandang Landa Prancis dan Italia, Tewaskan Setidaknya 7 Orang, Puluhan Hilang

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 06 Oktober 2020 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 18 2289099 banjir-bandang-landa-prancis-dan-italia-tewaskan-setidaknya-7-orang-puluhan-hilang-wKz6R1Y2qO.jpg Foto: BBC.

PARIS - Hujan deras telah menyebabkan banjir bandang di tenggara Prancis dan barat laut Italia, menewaskan setidaknya tujuh orang di perbatasan kedua negara.

Badai Alex telah menghancurkan puluhan rumah dan menyapu jalan di daerah perbatasan pegunungan dekat Nice. Daerah pesisir di French Riviera hancur, dengan bentangan panjang pantai daerah wisata itu dipenuhi puing-puing bangunan yang rusak akibat badai.

BACA JUGA: Eropa Dilanda Banjir Terparah dalam 35 Tahun Terakhir

Sementara itu, petugas penyelamat meningkatkan upaya pencarian mereka untuk mencari hingga 20 orang yang dilaporkan hilang.

Pada Senin (5/10/2020), pejabat Prancis mengatakan tiga mayat lagi telah ditemukan di desa-desa di utara Nice, sehingga jumlah korban tewas di negara itu menjadi empat. Setidaknya tiga orang tewas di Italia, demikian diwartakan BBC.

Nice dan daerah sekitarnya mengalami curah hujan setahun dalam waktu kurang dari 12 jam selama akhir pekan karena kedatangan Badai Alex.

Sekira 1.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan bersama dengan helikopter dan tentara ke wilayah Alpes-Maritimes. Pencarian sedang dilakukan untuk menemukan delapan orang yang terlihat terseret oleh air banjir.

Para korban yang hilang termasuk dua petugas pemadam kebakaran yang kendaraannya hanyut ketika sebuah jalan runtuh di dekat desa Saint-Martin-Vesubie. Desa tersebut benar-benar terputus oleh badai.

BACA JUGA: Venesia Banjir, Italia Dilanda Pasang Tertinggi Dalam 50 Tahun

Prancis telah menyatakan kawasan itu sebagai zona bencana alam, dan Presiden Emmanuel Macron akan mengunjungi daerah tersebut.

Badai Alex pindah ke Italia utara membawa angin kencang dan hujan lebat, memecahkan rekor curah hujan di Negeri Piza. Para pejabat menyebut banjir yang terjadi di barat laut Italia sebagai sesuatu yang "bersejarah".

Wilayah Piedmont mengalami tingkat curah hujan yang tidak tercatat sejak 1958, dengan satu desa yang mengalami rekor curah hujan 630mm hanya dalam 24 jam. Di bagian lain Piedmont, beberapa desa terputus setelah hujan membuat jalan tidak bisa dilalui. Para pejabat mengatakan situasi di sana sebagai "sangat kritis".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini