Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Lari... Lari... Awas Gas Air Mata"

Taufik Budi , Jurnalis-Rabu, 07 Oktober 2020 |17:35 WIB
Massa pengunjukrasa UU Cipta Kerja dibubarkan dengan tembakan gas air mata. Foto: Taufik Budi
A
A
A

SEMARANG - Ribuan orang yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, lari tunggang langgang. Mereka bubar setelah ditembaki gas air mata oleh polisi.

"Lari... lari... awas gas air mata," teriak pengunjuk rasa memberi komando kepada rekan-rekannya, Rabu (7/10/2020).

Semula massa menyampaikan aspirasi dengan berorasi secara bergantian di atas mobil komando. Gabungan massa dari buruh dan massa menolak pengesahan RUU Omnibus Law karena dinilai merugikan rakyat kecil.

Suasana unjuk rasa beberapa kali memanas. Meski gerbang pagar telah berhasil dirobohkan, namun massa tak bisa masuk karena dihadang petugas. Massa sempat melempari petugas dengan botol minuman, namun kondisi bisa dikendalikan.

Pantauan di lokasi, petugas akhirnya memberi tindakan tegas menyemprotkan air melalui mobil water cannon. Massa langsung berlarian menghindari semprotan air sembari membalas dengan lemparan batu dan botol.

Baca Juga: Massa Mengamuk Robohkan Gerbang DPRD Jateng, 2 Terluka

Tak berhenti di situ, polisi juga menembakkan gas air mata. Suara tembakan dan asap putih membumbung di jalanan. Sementara pengunjuk rasa berlarian sambil menutup hidung dan mata.

Teriakan buruh dan mahasiswa membaur jadi satu. Mereka mengecam tindakan represif petugas yang dinilai menghalangi mereka menyuarakan aspirasi rakyat.

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement