Fasilitasi Pemilih Pasien Covid-19, KPU Jemput Bola

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 519 2293446 fasilitasi-pemilih-pasien-covid-19-kpu-jemput-bola-fqagFFKAeG.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

MALANG - Hak suara memilih pasien Covid-19 atau suspek yang menjalani isolasi mandiri dipastikan akan diakomodir oleh KPU Kabupaten Malang saat Pilkada 2020. Petugas akan jemput bola agar mereka tetap bisa menyalurkan hak pilihnya.

Komisioner KPU Kabupaten Malang Divisi Sosialiasi Pendidikan Pemilih dan SDM Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan, akan ada dua anggota PPS yang mendatangi rumah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.

"Dua anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) serta satu saksi akan langsung datang ke rumah pasien yang sedang melakukan isolasi. Jadi tidak perlu keluar rumah datang ke TPS," ujar Mahardika saat dikonfirmasi Okezone, pada Rabu (14/10/2020).

Mahardika menambahkan, untuk data pasien Covid-19 dan suspek pihaknya akan meminta datanya ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Alamat ini penting sebagai langkah koordinasi lebih lanjut dengan anggota PPS maupun KPPS setempat.

"Kami perlu koordinasi dengan Dinkes perihal alamat suspek atau pasien positif Covid-19. Sehingga bisa diberikan ke setiap anggota PPS di desa," tuturnya.

Baca Juga : Satgas: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia 19,17%, di Bawah Rata-Rata Dunia

Nantinya anggota PPS akan berkunjung ke rumah pasien positif Covid-19 dan suspek pada pukul 12.00 WIB. Pihaknya juga memastikan akan memberikan perlindungan kepada petugas dengan memberikan alat pelindung diri, lengkap dengan masker dan face shield.

"Pemilihan jam tersebut dipilih karena kalau pagi banyak pemilih yang datang ke TPS. Masih pengajuan anggaran. Perlindungan para petugas juga jadi kewajiban kami," tutupnya.

Di Kabupaten Malang sendiri hingga Rabu pagi 14 Oktober 2020 terdapat 983 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 860 pasien dinyatakan sembuh, 63 orang meninggal dunia, dan 50 orang dalam pemantauan.

Sementara jumlah pasien suspek 828 orang, dimana 8 orang berstatus probable, 277 orang tengah menjalani isolasi, dan 1.134 berstatus discarded.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini