Ridwan Kamil Berharap Vaksin Akhiri Cerita Pandemi Covid-19

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 14 Oktober 2020 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 525 2293725 ridwan-kamil-berharap-vaksin-akhiri-cerita-pandemi-covid-19-yjNqTvhoCl.jfif Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap dengan datangnya vaksin Covid-19 pada November hingga Desember 2020, menjadi akhir cerita pandemi yang melelahkan.

Hal itu dikatakanya menyikapi rencana distribusi vaksin virus corona yang dibeli pemerintah pusat. Kini, pihaknya tengah menunggu informasi detail terkait pola pendistribusian vaksin tersebut.

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar itu menerangkan bahwa vaksin yang bakal hadir di Indonesia terbagi ke dalam dua pilihan. Selain dibeli pemerintah pusat, vaksin juga bakal diproduksi di Indonesia pascaujiklinis selesai dilakukan.

"Yang dibeli langsung itu kemungkinan bulan depan dan Desember sudah hadir. Kedua, vaksin yang dites pada diri saya akan diproduksi dalam negeri oleh Biofarma dan itu jumlahnya bisa ratus juta dosis, kira-kira begitu," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Rabu (14/10/2020).

Meski begitu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan bahwa vaksin yang dibeli oleh pemerintah pusat jumlahnya terbatas. Oleh karenanya, pemerintah pusat tengah mencari pola distribusi yang tepat terkait siapa yang harus diprioritaskan mendapatkan vaksin itu.

"Nanti komposisinya dimana tentu akan kita informasikan, tapi yang pasti didahulukan kepada mereka yang berada di garis depan, tenaga kesehatan," ujar Kang Emil.

Selain untuk tenaga kesehatan, vaksin yang dibeli pemerintah pusat menurutnya kemungkinan besar bakal diprioritaskan untuk masyarakat di wilayah zona merah Covid-19.

Baca Juga : 12.156 Orang di Indonesia Meninggal Akibat Covid-19

"Berapa jumlahnya itu masih dibicarakan. Mungkin dalam minggu-minggu ini ada kabar detail (siapa) yang diberi (vaksin) secara langsung untuk masyarakat di Indonesia, khususnya Jawa Barat," tutur Gubernur.

Lebih lanjut Kang Emil mengemukakan, akhir pandemi corona yakni manakala orang yang terinfeksi Covid-19 bisa sembuh dalam jumlah banyak. Selain itu, masyarakat kebal terhadap Covid-19 karena divaksin. Karenanya, kabar terkait kehadiran vaksin Covid-19 harus disikapi secara optimistis.

"Berita vaksin sudah datang, mudah-mudahan menjadi cerita akhir dari pandemi yang melelahkan ini. Hanya, karena jumlahnya terbatas, maka kita harus berikhtiar supaya jumlahnya sesuai dengan yang membutuhkan," ungkap Kang Emil.

"Karena vaksin itu juga disuntikkan harus dua kali jadi. Jumlah penduduk Indonesia banyak dan itu sebuah tantangan yang luar biasa, tapi berita baik itu sudah dekat lah," kata Gubernur.

Sementara itu, saat disinggung soal insentif bagi para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan melawan Covid-19, Kang Emil meyakinkan bahwa tak ada lagi persoalan terkait insentif tenaga kesehatan. Dia menyatakan, soal insentif tenaga kesehatan sudah diurus langsung oleh Dinas Kesehatan.

"Sudah tidak ada masalah dan sampai Desember juga anggaran COVID-19 sudah disetujui dimaksimalkan BTT (biaya tidak terduga) Covid-19. Di dalamnya ada insentif juga dalam melengkapi kebutuhan untuk vaksin," tandas Kang Emil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini