Prancis Laporkan 30 Ribu Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Sejak Awal Pandemi

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 16 Oktober 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 18 2294710 prancis-laporkan-30-ribu-kasus-baru-covid-19-tertinggi-sejak-awal-pandemi-oMifud4TCf.jpg Foto: PA Media.

PARIS - Prancis telah melaporkan lonjakan besar dalam kasus Covid-19 setelah mengonfirmasi 30.621 infeksi baru virus corona pada Kamis (15/10/2020), naik dari 22.591 yang dilaporkan pada hari sebelumnya. Lonjakan itu terjadi menjelang pemberlakuan aturan jam malam baru di Paris dan delapan kota lainnya, yang diumumkan pemerintah guna mengekang penyebaran virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pembatasan yang ketat "mutlak diperlukan" untuk menyelamatkan nyawa. Lonjakan kasus telah terjadi di beberapa negara Eropa dalam beberapa pekan terakhir, dengan angka kematian di Benua Biru hampir melewati 1.000 per hari.

BACA JUGA: Presiden Prancis Lepas Masker dan Batuk saat Pidato di Depan Siswa

Jutaan orang di Eropa telah diberitahu bahwa mereka harus hidup di bawah langkah-langkah baru yang ketat saat pemerintah berjuang melawan gelombang kedua.

Pembatasan baru untuk memerangi tingkat infeksi yang melonjak di seluruh Prancis diumumkan oleh Presiden Emmanuel Macron pada Rabu (14/10/2020), demikian diwartakan BBC.

Penduduk Paris, pinggiran kota dan delapan kota lainnya termasuk Marseille dan Lyon tidak akan dapat meninggalkan rumah mereka tanpa alasan yang "sah" antara pukul 21:00 dan 06:00 mulai Sabtu (17/10/2020). Macron mengatakan, pembatasan yang akan berlangsung setidaknya selama empat pekan itu bertujuan untuk mengurangi kenaikan kasus harian menjadi 3.000.

Perdana Menteri Jean Castex mengatakan polisi akan dikerahkan untuk memberlakukan jam malam, tetapi orang masih akan diizinkan untuk pergi bekerja atau mengunjungi rumah sakit atau apotek.

BACA JUGA: 10 Negara Destinasi Wisata Teraman di Tengah Pandemi Covid-19, Indonesia Masuk Gak?

Pada Kamis, polisi Prancis menggerebek rumah pejabat senior pemerintah dan kesehatan sebagai bagian dari penyelidikan penanganan pandemi mereka.

Pemerintah Prancis menghadapi kritik atas kekurangan peralatan dan waktu respons yang lambat.

Penyebaran virus semakin cepat di seluruh Eropa dalam beberapa pekan terakhir setelah infeksi mulai meningkat pada Agustus dan September.

Selain Prancis, Italia, Polandia, dan Jerman semuanya mencatat kenaikan harian terbesar mereka dalam kasus baru pada Kamis sejak pengujian massal dimulai. Sementara Rusia mencatat jumlah kematian harian tertinggi sejak dimulainya epidemi dengan 286 orang dilaporkan meninggal karena virus tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini