Ridwan Kamil Khawatir Libur Panjang Berdampak pada Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 22 Oktober 2020 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 525 2298042 ridwan-kamil-khawatir-libur-panjang-berdampak-pada-lonjakan-kasus-covid-19-di-jabar-vMqyrBHDDS.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Dok BNPB)

DEPOK – Menjelang libur panjang yang dimulai, Rabu (28/10/2020), Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku tengah khawatir. Kekhawatiran Ridwan Kamil berkaca pada libur panjang Idul Adha, beberapa waktu lalu yang berdampak terhadap lonjakan kasus Covid-19 di Jabar.

"Saya lagi khawatir, pas long weekend memberi dampak (kasus Covid-19)," ucap Ridwan Kamil di sela peninjauan simulasi vaksinasi Covid-19 di Kota Depok, Kamis (22/10/2020).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menuturkan, meskipun tidak ada larangan bagi masyarakat untuk berwisata di Jabar pada libur panjang kali ini, pihaknya tetap berharap masyarakat menghindari potensi paparan Covid-19 dengan tidak bepergian jauh dari rumahnya masing-masing.

"Walaupun tidak dilarang secara umum karena pariwisata dibuka, tapi kalau bisa kita menghindari potensi karena Covid-19 senang di kerumunan. Di pantai, mal, kami khawatir. Berinteraksinya di dekat rumah sajalah," tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Kang Emil, pihaknya sudah mewajibkan seluruh destinasi wisata di Jabar untuk memaksimalkan protokol pencegahan Covid-19 dan pengurangan kapasitas pengunjung.

"Kalau ketahuan jatah 50 persennya berlebih, kita akan beri sanksi. Sisanya, ya terpaksa harus pergi. (Protokol) 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) harus dilakukan," tegasnya.

Menurut Kang Emil, berhasil tidaknya langkah antisipasi tersebut baru akan terlihat dua pekan pascalibur panjang. Dia berharap, lonjakan kasus COVID-19 seperti pascalibur panjang Idul Adha tidak terulang di Jabar.

"Hasil sejarah yang lalu, pengaruh (kasus Covid-19) besar sekali saat long weekend Idul Adha," imbuhnya.

Kang Emil juga mengatakan, langkah antisipasi pun sudah disiapkan pihaknya di kawasan wisata Puncak dan Cianjur sebagai destinasi wisata pavorit, khususnya warga DKI Jakarta dan Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi), salah satunya lewat penyekatan jalur menuju Puncak, Kabupaten Bogor dan Cianjur.

"Kami akan melakukan penyekatan kalau volumenya berlebih. Dalam hitungan traficnya penuh, kami akan tutup," tegasnya.

Kang Emil mengimbau masyarakat mengikuti anjuran dari pemerintah pusat untuk menghindari objek wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan, salah satunya kawasan Puncak.

"Ikuti imbauan dari pemerintah kalau bisa tidak memaksakan diri. Maksimalkan rekreasi di dekat rumahnya masing masing," tutut Kang Emil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini