Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Fenomena La Nina dan Dampaknya di Indonesia

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Sabtu, 24 Oktober 2020 |06:32 WIB
5 Fakta Fenomena La Nina dan Dampaknya di Indonesia
Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

4. Wilayah yang Berpotensi Terdampak La Nina

Selanjutnya, Hary Tirto Djatmiko mengatakan, sejumlah wilayah di Indonesia akan terdampak fenomena La Nina mulai November 2020 hingga ke Januari 2021 mendatang. 

Wilayah yang berpotensi terdampak La Nina yakni Aceh, Sumatera Utara pesisir barat, Bangka bagian utara, Banten bagian selatan, Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Kemudian, lanjut Hary, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur bagian barat, Kalimantan Utara bagian timur, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua. "Berdasarkan catatan historis data hujan Indonesia, pengaruh La Nina tidak seragam tergantung pada bulan, daerah dan intensitas La Nina," ujar dia.

5. Masyarakat Diminta Waspada

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh mitra Pemerintah Daerah dan stakeholder serta masyarakat untuk tetap mewaspadai dampak La Nina.

Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan perlunya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini pada wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan Atas Normal (lebih basah dari normalnya) meliputi Sumatera, Jawa (termasuk Jabodetabek) dan sebagian kecil kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua.

"Menghadapi Puncak Musim Hujan 2020/2021 di bulan Januari dan Februari 2021, perlu diwaspadai wilayah yang rentan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, longsor dan banjir bandang," ujarnya. 

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement