Puluhan Ribu Orang Gelar Demonstrasi Anti-Prancis di Bangladesh

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 18 2300430 puluhan-ribu-orang-gelar-demonstrasi-anti-prancis-di-bangladesh-IYQ3O47EGk.jpg Foto: Twitter.

DHAKA - Puluhan ribu pengunjuk rasa berdemonstrasi di Ibu Kota Bangladesh pada Selasa (27/10/2020) menyerukan boikot produk Prancis dan membakar patung Presiden Emmanuel Macron sebagai bentuk kemarahan atas setelah dia membela penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Polisi memperkirakan lebih dari 40.000 orang ambil bagian dalam demonstrasi yang diorganisir oleh sebuah partai Islam Bangladesh tersebut. Para demonstran berhasil dihentikan aparat keamanan sebelum bisa mendekati kedutaan Prancis di Dhaka.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Orang di Pakistan Protes Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad

Ratusan petugas menggunakan barikade kawat berduri untuk menghentikan pengunjuk rasa yang bubar tanpa kekerasan.

Macron telah menjadi sasaran protes di beberapa negara atas komentarnya, yang dibuat setelah seorang guru dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad tersebut kepada murid-muridnya.

Unjuk rasa itu diselenggarakan oleh Islami Andolon Bangladesh (IAB), salah satu partai Islam terbesar di negara itu, dan dimulai di masjid terbesar Bangladesh. Para pengunjuk rasa meneriakkan "Boikot produk Prancis" dan menyerukan agar Macron dihukum.

"Macron adalah salah satu dari sedikit pemimpin yang menyembah Setan," kata Ataur Rahman, seorang senior Islami Andolon di masjid nasional Baitul Mukarram sebagaimana dilansir AFP.

Rahman meminta pemerintah Bangladesh untuk "mengusir" duta besar Prancis sementara pemimpin lainnya, Hasan Jamal, mengatakan para aktivis akan "merobohkan setiap bata gedung itu" jika utusan itu tidak diperintahkan keluar.

BACA JUGA: Erdogan Serukan Warga Turki Boikot Produk Prancis

"Prancis adalah musuh Muslim. Mereka yang mewakili mereka juga musuh kami," kata Nesar Uddin, seorang pemimpin muda kelompok itu.

Bahkan setelah unjuk rasa dihentikan, para demonstran berbaris di jalan-jalan lain meneriakkan "Boikot Prancis" dan "Macron akan membayar mahal."

Komentar presiden Prancis tentang Islam telah menyebabkan pertikaian diplomatik dengan Turki. Macron berkata bahwa guru sekolah itu "dibunuh karena para Islamis menginginkan masa depan kita.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini