Persentase Kasus Aktif Covid-19 di Jatim Terendah Nomor 2 Se-Indonesia

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 28 Oktober 2020 02:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 519 2300596 persentase-kasus-aktif-covid-19-di-jatim-terendah-nomor-2-se-indonesia-bipkDROFq7.jpg Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Dok Gugus Tugas)

SURABAYA - Persentase kasus aktif virus corona (Covid-19) di Jawa Timur (Jatim) menjadi nomor 2 terendah di Indonesia. Padahal sebelumnya, kasus Covid-19 di Jatim sempat melonjak pada Juli-Agustus.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengaku bersyukur sekaligus memberikan apresiasi kepada semua pihak serta masyarakat atas kedisiplinannya menerapkan 3M, yaitu (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Menurutnya, menurunnya kasus aktif Covid-19 ini adalah bukti sinergis yang baik antara masyarakat bersama Pemprov, Pemkab/Kota, Forkopimda, TNI/Polri, laboratoirum, rumah sakit, dan tenaga kesehatan.

"Alhamdulillah, Jawa Timur konsisten memiliki kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan kasus baru. Di sisi lain kapasitas testing juga terus naik sehingga positivity rate menurun. Hasilnya per 26 Oktober 2020, berdasarkan pengolahan data dari Kemenkes RI, Jawa Timur menjadi provinsi dengan persentase kasus aktif terendah no 2 se-Indonesia," tutur Khofifah, Selasa (27/10/2020).

Khofifah menjelaskan, per 26 Oktober 2020, berdasarkan pengolahan data yang dirilis Kemenkes RI 5 provinsi dengan persentase kasus aktif terendah di Indonesia adalah Gorontalo yakni 2,66%, Jawa Timur 4,55%, Kalimantan Selatan 5,97%, Bali 6,95% dan Maluku Utara 8,67%.

Secara kuantitatif, kasus aktif Covid-19 di Jatim juga menjadi terendah dibandingkan provinsi besar lain di Jawa, di mana total kasus aktif Covid-19 Jatim sebanyak 2.352 kasus, sedangkan Jawa Tengah sebanyak 3.762 kasus, Jawa Barat 9897 kasus, dan DKI Jakarta sebanyak 11.473 kasus.

Sementara jumlah kasus yang dites selama periode 19 - 25 Oktober 2020 mencapai 27.279 kasus dengan kasus positif yang ditemukan sebanyak 1.941 atau setara dengan positivity rate 7%. Jumlah kasus yang dites naik dari minggu sebelumnya tanggal 12-18 Oktober 2020 yakni 24.703 kasus yang diperiksa dengan kasus positif 1.939 atau setara dengan positivity rate 8%.

"Tentunya pencapaian ini harus kita pertahankan bersama dengan makin memperketat protokol kesehatan untuk terus mengendalikan penyebaran Covid-19," tutur orang nomor satu di Jatim ini.

Khofifah menjelaskan, penegakan protokol kesehatan di Jatim saat ini telah menjangkau sekitar 3.5 juta warga melalui operasi Yustisi. Dimana, per 26 Oktober 2020 Operasi Yustisi di Jatim telah digelar di 251.653 titik dengan jumlah orang yang ditegur sebanyak 2.612. Kerja sosial sebanyak 403.692 orang, denda administratif kepada 60.190 orang, sita KTP Sebanyak 69. 837 orang, penutupan 71 tempat usaha serta 4 orang mendapatkan kurungan.

Khofifah berpesan, meskipun Jatim sudah bebas dari zona merah, yaitu per tanggal 27 Oktober tercatat zona kuning di Jatim di 23 kabupaten/ kota (60%) dan zona orange sebanyak 15 kabupaten/kota (40%), pihaknya terus mewanti-wanti masyarakat agar jangan sampai lengah dalam menerapkan protokol kesehatan maupun dalam pelaksanaan 3M.

Baca Juga : 

Satgas Covid-19 Luncurkan BLC Pantau Kepatuhan Protokol Kesehatan

"Jatim telah menunjukkan hasil yang pesat dalam penanganan Covid-19, namun kita harus ingat pandemi ini belum usai. Kewaspadaan harus ditingkatkan, protokol kesehatan juga harus terus ditegakkan sembari menunggu vaksin yang efektif untuk Covid-19. Saya optimis bersama warga Jawa Timur, kita semua bisa melewati pandemi Covid-19 dengan hasil yang terbaik," tutur Khofifah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini