Pelaku Serangan Pisau di Gereja Nice Baru Beberapa Hari Tiba di Prancis

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 30 Oktober 2020 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 18 2301659 pelaku-serangan-pisau-di-gereja-nice-baru-beberapa-hari-tiba-di-prancis-BsgjAU8Eb8.jpg Foto: Twitter.

PARIS - Pria Tunisia yang membunuh tiga orang di sebuah gereja Prancis pada Kamis (29/10/2020) ternyata baru saja tiba di Eropa, demikian diungkap para pejabat.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Brahim Aouissaoui, pemuda berusia 21 tahun asal Tunisia, memiliki dokumen Palang Merah Italia, yang dikeluarkan setelah dia tiba di pulau Lampedusa di Italia dengan kapal migran bulan lalu.

BACA JUGA: 3 Orang Tewas dalam Penyerangan di Gereja Nice Prancis, 1 Dipenggal

Dia ditembak oleh polisi dan dalam kondisi kritis setelah serangan tersebut.

Aouissaoui terdengar berulang kali meneriakkan "Allahu Akbar" sebelum ditembak oleh polisi.

Jaksa anti-teroris Prancis, Jean-François Ricard mengatakan bahwa Polisi menemukan sebuah Alquran, dua telepon dan pisau berukuran 30cm pada pelaku.

"Kami juga menemukan tas yang ditinggalkan penyerang. Di samping tas ini ada dua pisau yang tidak digunakan dalam penyerangan," tambahnya sebagaimana dilansir BBC.

Presiden Emmanuel Macron mengatakan insiden itu adalah "serangan teroris Islam" terhadap Prancis dan nilai-nilai yang dianut negara itu.

"Jika kita diserang sekali lagi, itu adalah untuk nilai-nilai yang menjadi milik kita: kebebasan, untuk kemungkinan di tanah kita untuk percaya dengan bebas dan tidak menyerah pada semangat teror,” ujarnya.

BACA JUGA: Pasca Pemenggalan di Gereja Nice, Macron: Prancis Diserang Teroris Islamis

"Saya mengatakannya dengan sangat jelas sekali lagi hari ini: kami tidak akan menyerahkan apa pun."

Macron mengatakan jumlah tentara yang dikerahkan untuk melindungi tempat-tempat umum - seperti gereja dan sekolah, akan ditingkatkan dari 3.000 menjadi 7.000. Jaksa anti-teror telah membuka penyelidikan, dan Prancis telah meningkatkan kewaspadaan keamanan nasionalnya ke tingkat tertinggi.

Penikaman di Nice terjadi beberapa pekan setelah serangan lain awal bulan ini di dekat sebuah sekolah di barat laut Paris. Samuel Paty, seorang guru, dipenggal beberapa hari setelah menunjukkan kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada beberapa muridnya.

Pembunuhan itu telah meningkatkan ketegangan di Prancis. Pembelaan Macron atas hak untuk menerbitkan kartun dan upaya pemerintah untuk menindak radikal Islam telah membuat marah Turki dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini