Polisi Berhasil Selamatkan Nyawa Pemilih yang Pingsan di Antrean Pemilu AS

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Kamis 05 November 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 18 2304648 polisi-berhasil-selamatkan-nyawa-pemilih-yang-pingsan-di-antrean-pemilu-as-wRK8dZorCL.jpg Pemilu AS. (Foto: Reuters)

MISSOURI - Tingkat keikutsertaan masyarakat Amerika Serikat (AS) pada Pemilu 2020 memang mencatatkan rekor tertinggi. Bahkan, para pemilih pun rela mengantre berjam-jam untuk memberikan suara mereka di tengah pandemi Covid-19.

Tidak heran, jika antrean panjang tersebut kemudian memakan korban. Salah seorang pemilih di Missouri pingsan saat tengah mengantre di tempat pemungutan suara.

Beruntung, seorang petugas polisi Lake Saint Louis yang tidak bertugas melihat hal tersebut. Dia dan istrinya yang adalah seorang perawat, akhirnya membantu pemilih yang pingsan tersebut. Jajak pendapat dibuka pada pukul 6 pagi di Lake Saint Louis dan di Liberty High School di Wentzville School District.

“Menurut penduduk Lake Saint Louis, Kenny Nowling, pria tersebut sedang berbicara dengan orang lain yang mengantre ketika dia tiba-tiba pingsan,” kata kepala distrik seperti dilansir dari Foxnews.

Saat itulah petugas polisi dan istrinya tersebut masuk dan melakukan CPR pada Nowling, sementara seseorang pergi mencari defibrillator.

Asisten Kepala Liberty, Matt Kiesel, yang sedang memeriksa untuk memastikan petugas pemilu memiliki semua alat pun ikut membantu. Sayangnya, Kiesel kehabisan defibrillator dan membantu menyetrum Nowlilng dengan defibril dan dia perlahan mendapatkan kembali denyut nadinya saat paramedis tiba.

"Terima kasih kepada petugas polisi Lake Saint Louis, perawat, bidadari dan seorang istri dan Dr. Kiesel karena telah bertindak dengan begitu tenang dan metodis dan menyelamatkan nyawa pria ini!” Kata Nowling di media sosial.

“Kalian semua adalah SUPER HEROS di kehidupan nyata! Sungguh waktu yang tepat bagi kita semua untuk mengingat bahwa terlepas dari afiliasi politik kita, kita semua adalah manusia yang tinggal di negara terbesar di dunia," tambah dia. (mrt)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini