JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menilai masih tingginya kasus Covid-19 di Jakarta disebabkan rendahnya penanganan corona di daera, terutama penyangga.
Di sisi lain kata Dicky, peningkatan itu juga disebabkan lantaran tidak tuntasnya proses identifikasi kasus corona di Jakarta.
"Yang membuat Jakarta sangat rawan adalah mobiliitas orang-orang yang ada di Jakarta itu terutama dipengaruhi mobilitas penduduk di daerah penyangga dan dari daerah lain," kata Dicky kepada Okezone, Minggu (8/11/2020).
Ia mengungkapkan, salah satu strategi yang harus menjadi kunci penanganan virus corona adalah 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment. Hal ini yang belum bisa dilaksanakan secara maksimal di seluruh Indonesia.
Alhasil dampak masyarakat yang masih rendah melaksanakan strategi 3T tersebut justru memperparah daerah lain khususnya Jakarta yang memiliki aktivitas penduduk yang tinggi.
"Sehingga untuk Jakarta walaupun dikatakan tidak dalam zona merah, tapi risiko tidak bisa dijamin keamanannya. Oleh karena itu harus terus diupayakan," ujarnya.
Baca Juga : DKI Jakarta Kembali Catat Penambahan Covid-19 di Atas 1.000 Kasus
Dicky mengingatkan akan pentingnya setiap daerah saling bersinergi dalam menangani pandemi. Dengan begitu, upaya penanganan bisa dilakukan secara maksimal.
"Saya sarankan daerah di Pulau Jawa ini harus menyadari pentingnya sinergitas program 3T, kalau tidak kita akan menghadapi malah serius untuk Pulau Jawa," tuturnya.
Baca Juga : Empat Tower RSD Wisma Atlet Rawat 1.658 Pasien Covid-19
(Erha Aprili Ramadhoni)