Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berikut Profil Singkat Perjuangan 6 Pahlawan Nasional Baru

Dita Angga R , Jurnalis-Selasa, 10 November 2020 |12:52 WIB
Berikut Profil Singkat Perjuangan 6 Pahlawan Nasional Baru
Presiden Joko Widodo (foto: Biro Kepresidenan)
A
A
A

4. Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara. Lahir di Manado, 4 Desember 1896. Tahun 1924 Ketua Sidang Kasus Notos Suroto. Tahun 1925-1927 menjadi wakil ketua Organisasi Perhimpunan Indonesia cabang Paris. Tahun 1927, menjadi salah satu anggota Partai Nasional Indonesia yang didirikan Soekarno.

Kemudian 1928-1930 Direktur Perguruan Rakyat di Batavia, sekolah yang didirikan oleh para aktivis PNI. Selanjutnya 1946 memimpin redaksi surat kabar Suara Merdeka di Ternate. Lalu tahun 1949-1950 diangkat sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet RIS. Tahun 1950 menjadi anggota Delegasi PBB. Tahun 1953-1955 Duta Besar Ri yang pertama untuk Cina.

5. MR SM Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara. Lahir di Lho’nga Aceh, 22 Februari 1904. Tahun 1934-1942 Advocaat Procureur di Kutaraja. Dikenal sebagai seorang advokat muda yang pandai. Tahun 1942, diangkat sebagai hakim di “Tiho Hoin” (Pengadilan Negeri yang menggantikan Landraad). Tahun 1942 menjadi kepala sekolah menengah atau “syu gakko” atau “tyu gakko” yang didirikan oleh Pemerintah Jepang di Kutaraja Aceh.

Tahun 1946 ditugaskan sebagai Gubernur Muda Sumatera Utara yang pertama yang meliputi karesidenan Tapanuli, Sumatera Timur dan Aceh. Selanjutnya tahun 1946, menghadapi persoalan pemberontakan Logam, Gerakan Laskar Marsuase, Gerakan Sayyid Ali Al Sagaf dan Agresi Militer I Belanda tanggal 29 Juli 1947 di Pematang Siantar.

6. Raden Mattaher bin Pangeran Kusen bin Adi dari Provinsi Jambi. Lahir di Sarolangun Jambi tahun 1871. Tahun 1891, memimpin penyerangan kilang minyak Belanda di Bayung Lincir. Tahun 1895-1898 memimpin Perang Kumpeh, meliputi daerah Kumpeh, Sungai Batanghari, dan Sungai Lanang. Tahun 1900 memimpin penyerangan konfoi 8 jukung Belanda di Sungai Batanghari.

Lalu 1901 memimpin penyerangan kepada Belanda, di Sungai Bengkal dan Poan, Jambi. Tahun 1901 menyerang Kapal Uap Musi yang mengangkut pasukan Belanda dan logistik militer di Sungai Tembesi. Selanjutnya 1902 menyerang konfoi 30 jukung Belanda di Sungai Alai Muaro Bungo.

Pemberian gelar ini dilakukan di Istana Negara dengan menerapkan protokol kesehatan. Hadir keluarga para tokoh yang diberi gelar pahlawan nasional. Selain itu juga turut hadir Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin, Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Sosial Juliari P Batubara, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement