JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akhirnya jadi memberikan sambutan setelah sebelumnya sempat dikabarkan oleh Ketua Umum FPI, Ahmad Shabri Lubis, kelelahan. Dalam sambutannya di depan para jamaah, Habib Rizieq menceritakan kehidupannya selama di Makkah, Arab Saudi.
Habib Rizieq mengaku, sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Makkah. Ia merasa tidak dalam keadaan sulit dan kekurangan selama di Mekkah. Hanya saja, kata Habib Rizieq, ia punya kewajiban untuk berdakwah di Indonesia, sehingga mengharuskannya kembali ke tanah air.
"Kalau tidak ada kewajiban dakwah di negeri ini, saya tidak akan tinggalkan Makkah. Kita cinta Makkah, Makkah luar biasa, satu negeri yang penuh keberkahan," kata Habib Rizieq di kediamannya, Petamburan, Jakarta, lewat tayangan yang disiarkan secara langsung oleh akun Youtube Front TV, Selasa (10/11/2020).

Sejalan dengan itu, Habib Rizieq juga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) luar negeri FPI Arab Saudi, yang telah mengawal mulai dari Mekkah hingga Petamburan. Total, ada 18 orang yang ikut mengawal Habib Rizieq dari Mekkah hingga Petamburan.
"Jumlah semua kami berangkat dari sana ada 18 orang. Alhamdulilah semua dimudahkan," ucapnya.
Baca Juga : Ketum PA 212: Habib Rizieq Jalani Isolasi Mandiri Selama 3 Hari
Habib Rizieq menyatakan, ia beserta keluarga tidak mengalami kesulitan apapun selama tinggal di Mekkah. Meskipun, kata Habib Rizieq, ada pihak lain yang coba membuat dirinya dalam keadaan sulit dan susah.
"Jadi saya malu sekali kalau saya bicara oh saya di Mekkah susah, diasingkan, dijauhkan, enggak. Di Mekkah nikmat. Kita mendapatkan di Mekkah luar biasa," ungkapnya.