PANGKALPINANG - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bangka Belitung (Babel), meminta maaf kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Babel atas insiden demo anarkis yang melibatkan junior mereka di HMI Babel, beberapa waktu lalu.
Ketua Majelis Divisi Hukum Wilayah KAHMI Babel, M Taufik Kuryanto, meminta, gubernur untuk bersedia menjadi penjamin untuk penangguhan enam orang yang ditahan setelah jadi tersangka.
“Kami menyampaikan mohon maaf kepada gubernur atas kekeliruan junior-junior kami di HMI Cabang Babel. Kedua, kami terimakasih kepada gubernur yang akan membantu adik-adik kami yang ditetapkan sebagai tersangka," kata Ketua Majelis Devisi Hukum Wilayah KAHMI Babel, M Taufik Kuryanto, Selasa (10/11/2020).
Sementara itu, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, menambahkan, pihaknya selalu mengedepankan diskusi untuk mencari solusi guna menyelesaikan setiap persoalan.
"Kita lihat demo itu sudah di luar kewajaran, tapi kami sepakat bagi yang kena proses hukum untuk menghormatinya. Mereka juga minta kesediaan saya untuk memberi jaminan kalau nanti mereka melakukan penangguhan penahanan. Insya Allah saya akan lakukan selama sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya.
Oleh karena itu dia berpesan agar mahasiswa maupun masa yang akan menggelar aksi demo untuk dapat menahan diri, sehingga aksi anarkis dapat dihindari.
"Kalau ada hal-hal yang menyumbat memang seharusnya kita harus dialog, ketimbang demo tapi ditunggangi orang. Kalau sudah begini, kan mahasiwa dan masyarakat merasa tersinggung," tegasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.