JAKARTA – Duta Besar Rusia untuk Indonesia mengatakan bahwa perjanjian damai antara Armenia dan Azerbaijan, yang ditengahi Moskow, tidak akan menyelesaikan sepenuhnya permasalahan di Nagorno-Karabagh. Meski begitu, Dubes Lyudmila Vorobieva tetap melihat perjanjian itu sebagai suatu hal yang baik.
“Tentu saja ini (perjanjian damai) tidak akan menjadi solusi komplit dari konflik Nagorno-Karabagh yang merupakan isu yang sangat rumit, dengan sejarah panjang,” kata Dubes Vorobieva dalam pengarahan pers dengan media, Rabu (11/11/2020).
BACA JUGA: Perjanjian Damai Disepakati, Rusia Kirim Pasukan Perdamaian ke Nagorno-Karabagh
“Tetapi setidaknya perang telah dihentikan dan orang-orang tidak tewas dan itu adalah perkembangan yang sangat positif.”
Sebagaimana diberitakan, Armenia dan Azerbaijan telah menyepakati perjanjian damai yang ditengahi Rusia pada Senin (9/11/2020). Kesepakatan itu menghentikan perang yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di Nagorno-Karabagh sejak konflik kembali pecah pada September.
Kesepakatan damai, yang ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan perdana menteri Armenia, berlaku mulai Selasa (10/11/2020) pukul 01:00 waktu setempat.
Nagorno-Karabagh adalah daerah kantong yang disengketakan kedua negara. Sejak 1994, daerah itu diakui secara internasional sebagai wilayah Azerbaijan tetapi telah dijalankan oleh etnis Armenia.