Share

Dubes Rusia: Perjanjian Damai Tak Akan Jadi Solusi Komplit Konflik Nagorno-Karabagh

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 11 November 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 18 2307932 dubes-rusia-perjanjian-damai-tak-akan-jadi-solusi-komplit-konflik-nagorno-karabagh-H5NF0CLKJP.jpg Pasukan penjaga perdamaian Rusia di Nagorno-Karabagh. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Duta Besar Rusia untuk Indonesia mengatakan bahwa perjanjian damai antara Armenia dan Azerbaijan, yang ditengahi Moskow, tidak akan menyelesaikan sepenuhnya permasalahan di Nagorno-Karabagh. Meski begitu, Dubes Lyudmila Vorobieva tetap melihat perjanjian itu sebagai suatu hal yang baik.

“Tentu saja ini (perjanjian damai) tidak akan menjadi solusi komplit dari konflik Nagorno-Karabagh yang merupakan isu yang sangat rumit, dengan sejarah panjang,” kata Dubes Vorobieva dalam pengarahan pers dengan media, Rabu (11/11/2020).

BACA JUGA: Perjanjian Damai Disepakati, Rusia Kirim Pasukan Perdamaian ke Nagorno-Karabagh

“Tetapi setidaknya perang telah dihentikan dan orang-orang tidak tewas dan itu adalah perkembangan yang sangat positif.”

Sebagaimana diberitakan, Armenia dan Azerbaijan telah menyepakati perjanjian damai yang ditengahi Rusia pada Senin (9/11/2020). Kesepakatan itu menghentikan perang yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di Nagorno-Karabagh sejak konflik kembali pecah pada September.

Kesepakatan damai, yang ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan perdana menteri Armenia, berlaku mulai Selasa (10/11/2020) pukul 01:00 waktu setempat.

Nagorno-Karabagh adalah daerah kantong yang disengketakan kedua negara. Sejak 1994, daerah itu diakui secara internasional sebagai wilayah Azerbaijan tetapi telah dijalankan oleh etnis Armenia.

BACA JUGA: Putin: Hampir 5.000 Orang Tewas dalam Konflik di Nagorno-Karabagh

Baik Azerbaijan dan Armenia memiliki hubungan yang dekat dengan Rusia.

Rusia telah mengerahkan pasukan penjaga perdamaiannya ke Nagorno-Karabagh untuk memastikan perjanjian damai ditaati.

Setidaknya 2.000 tentara Rusia pada akhirnya akan aktif di wilayah tersebut dan mereka akan menjaga "koridor Lachin" yang menghubungkan Ibu Kota Karabakh, Stepanakert, ke Armenia. Sembilan puluh pengangkut personel lapis baja juga akan dikerahkan sebagai bagian dari misi lima tahun yang dapat diperbarui.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini