Sebelum Indonesia memberangkatkan jamaah Umrah pada tanggal 1 November 2020, Arfi mengatakan, bahwa pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan beberapa kebijakan aturan khususnya protokol kesehatan penyelenggaraan ibadah umrah terutama pada waktu pelaksanaan umrah di Masjidil Haram.
“Yang pertama, ya tentu waktunya terbatas. Kemudian dari pandangan visual yang lihat diatur, ditata sedemikian rupa, physical distancingnya artinya penerapan protokol kesehatan juga sangat ketat. Ada pemandu yang mendampingi untuk memastikan bahwa pelaksanaan ibadah umroh di Masjidil Haram dari awal sampai selesai itu betul-betul dengan protokol kesehatan,” kata Arfi.
Sehingga, kata Arfi, ada petugas khusus yang memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat.
“Petugas khusus meng-guide, membimbing jamaah mulai dari pengambilan miqat kemudian masuk ke Masjidil Haram dengan tertib, diatur sedemikian rupa, sehingga semata-mata adalah untuk memberikan jaminan bahwa protokol kesehatan tersebut dapat diterapkan,” tegasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.