Awalnya Batuk, Direktur RS Islam Surabaya Meninggal karena Covid-19

Ali Masduki, Koran SI · Sabtu 14 November 2020 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 519 2309583 awalnya-batuk-direktur-rs-islam-surabaya-meninggal-karena-covid-19-1XdhGV2N9r.jpg Direktur RS Islam Surabaya, Samsul Arifin.

SURABAYA – Satu lagi petugas medis yang gugur karena virus corona (Covid-19), yakni dr Samsul Arifin MARS.

Direktur RS Islam Surabaya Ahmad Yani tersebut meninggal pada Sabtu (14/11/2020), setelah hampir 20 hari melawan Covid-19.

Marketing dan Humas RSI A Yani, M Budhi mengatakan, sebelum meninggal dr Samsul sempat dirawat di ruang isolasi RSU dr Soetomo karena kondisinya terus menurun dan membutuhkan ventilator.

Gejala awal, dr Samsul mengalami batuk terus menerus. Kemudian dari hasil swab/PCR pada 25 Oktober diketahui positif Covid-19.

Baca Juga: Dalam Seminggu, PB IDI Umumkan 4 Dokter Meninggal Terkait Covid-19

“Batuk tidak dirasa, selalu ingin kerja dan kerja. Sudah dipaksa istirahat tidak didengarkan. Bahkan disuruh swab juga susah, sampai akhirnya kami jemput untuk swab,” kata Budhi.

Setelah dr Samsul terkonfirmasi positif, karyawan RSI A Yani yang kontak erat ditracing. Hasilnya semua dinyatakan aman. Untuk pelepasan jenazah, Budhi mengatakan belum mengetahui secara pasti apakah akan ada pelepasan jenazah di RSI A Yani.

Baca Juga: Inilah Penyebab Banyak Tenaga Medis di Indonesia Meninggal Terkena Corona COVID-19

Diketahui, almarhum dr Samsul menjabat sebagai direktur RSI A Yani sejak tahu 2007. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini