Ashley Biden Bakal Jadi Sorotan saat Pelatikan Presiden Baru AS

Susi Susanti, Koran SI · Senin 16 November 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 18 2310406 ashley-biden-bakal-jadi-sorotan-saat-pelatikan-presiden-baru-as-rM6MUYux6z.jpg Joe Biden bersama keluarga sesaat setelah diumumkan sebagai pemenang Pilpres AS (foto: reuters)

WASHINGTON - Ketika Presiden terpilih Joe Biden mengangkat tangan kanannya untuk mengambil sumpah jabatan pada 20 Januari mendatang, akan ada wajah baru yang terliat di sampingnya.

Selain sang istri, Jill Biden dan anak dari pernikahan pertamanya Hunter, akan ada wajah baru yakni Ashley Biden. Ashley adalah satu-satunya anak Joe dan Jill. Dia digadang-gadang akan menjadi pusat perhatian sebagai “Putri Pertama” Amerika yang baru.

Posisi ini sebelumnya diisi oleh Ivanka Trump yang selalu berada di samping ayahnya Donald Trump selama empat tahun terakhir. (Baca Juga: Hunter Biden, Putra Presiden Terpilih AS yang Penuh Kontroversi)

Ashley diperkirakan akan melangkah ke panggung dunia bersama sang ayah setelah dilantik nanti. “Sampai sekarang, Ashley belum ada di radar karena dia tidak pernah siap atau ingin menjadi sorotan. Ketika Joe menjadi wakil presiden di bawah Barack Obama, dia memiliki beberapa masalah dan begitu puas untuk menjaga kepalanya tetap kokoh di bawah tembok pembatas,” ungkap salah satu orang dalam Washington, dikutip Daily Mail.

“Sekarang dia akan menjadi dirinya sendiri sebagai Putri Pertama - dan itu akan menjadi sama pentingnya dalam pemerintahan baru seperti di pemerintahan sebelumnya,” tambahnya.

“Ivanka memiliki kantornya sendiri, berkeliling dunia bersama ayahnya, memiliki pengaruh yang besar atas dirinya dan juga berhasil membuat kesepakatan bisnis yang menguntungkan. Dalam beberapa hal, Ivanka adalah tangan kanan ayahnya. Berharap untuk melihat itu dengan Ashley,” ujarnya.

“Dunia akan terkejut dengan Putri Pertama ini. Dia tahu siapa dia dan apa yang ingin dia capai, dia adalah kekuatan yang tangguh. Untuk waktu yang lama dia merasa rapuh dan tidak bisa menjadi sorotan tetapi ini adalah waktunya dan dia banyak bicara. Dia telah melalui banyak hal dan itu membuatnya berempati kepada orang lain, jadi Anda bisa mengharapkan pekerjaan yang hebat darinya,” terang sumber itu.

(Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Joe Biden si Pengagum Martin Luther King dan John F. Kennedy)

Ashley, yang lahir pada 1981, empat tahun setelah Joe dan Jil menikah ini diketahui kerap berbagi kesadaran sosial dan kredensial kedua orang tuanya.

Dia pernah cukup lantang saat menemukan merek kecantikan, Bonne Bell, yang dianggap tidak ramah hewan. Sang ayah, Joe, mendorongnya untuk menulis surat meminta perusahaan untuk mengubah kebijakannya, menggugah minatnya pada lingkungan, terutama konservasi lumba-lumba.

Usai lulus dari University of Pennsylvania dengan gelar master dalam Kebijakan dan Praktik Sosial, dia melatih kepekaan dirinya sebagai pekerja sosial.

Selama 15 tahun terakhir ini, dia menjadi pekerja sosial di Departemen Layanan Delaware untuk Anak-anak, Remaja, dan Keluarga. Lembaga ini fokus pada perawatan asuh dan kesehatan mental.

Tiga tahun lalu, dia mengungkapkan “proyek gairah”, yakni kampanye sederet kaus dengan panah yang ditembakkan ke arah jantung untuk mengenang sang kakak, Beau Biden.

“Dia adalah busur saya. Kanker yang dideritanya membuat saya bertekuk lutut ... Saya tidak punya pilihan selain menembak ke depan, terus maju, terus mengincar impian saya sendiri,” katanya kepada The Washington Post pada saat itu.

Selama periode inilah dia pertama kali mengisyaratkan dia mungkin ingin merangkul layanan publik. “Ayah saya adalah pegawai negeri seumur hidup; ibu saya adalah seorang guru sekolah umum. Itu ada dalam DNA saya,” ujarnya kepada majalah Glamour.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini