PM Armenia Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Kekalahan di Nagorno-Karabagh

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 19 November 2020 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 18 2312217 pm-armenia-nyatakan-bertanggung-jawab-atas-kekalahan-di-nagorno-karabagh-axVJC5vfC8.jpg Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan. (Foto: Reuters)

YEREVAN - Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan telah menerima tanggung jawab atas kekalahan negaranya dalam pertempuran di Nagorno-Karabakh baru-baru ini. Hal itu disampaikan Pashinyan saat dia meluncurkan langkah enam bulan untuk memastikan stabilitas demokrasi di tengah perubahan dalam susunan pemerintahan Armenia.

Pashinyan telah menolak seruan dari lawan dan pengunjuk rasa untuk mengundurkan diri atas apa yang mereka katakan sebagai penanganan yang sangat buruk atas konflik dengan Azerbaijan di Nagorno-Karabagh. Konflik yang berlangsung selama enam pekan itu dilaporkan menewaskan ribuan orang, termasuk warga sipil, dan berakhir dengan kesepakatan damai yang menguntungkan Azerbaijan.

BACA JUGA: Perjanjian Damai Disepakati, Rusia Kirim Pasukan Perdamaian ke Nagorno-Karabagh

Di bawah kesepakatan perdamaian yang ditengahi Rusia, petak wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh etnis Armenia diserahkan ke Azerbaijan yang pasukannya merebut kembali sebagian wilayah hilang dari kontrolnya dalam perang sebelumnya pada 1990-an.

Menteri luar negeri Armenia mengundurkan diri awal pekan ini, dan presiden, yang perannya tidak besar, telah menyerukan pemilihan parlemen lebih awal.

Dalam sebuah posting di Facebook pada Rabu (18/11/2020) Pashinyan menegaskan bahwa dia bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi. Tetapi, dia mengatakan saat ini bertanggung jawab untuk menstabilkan Armenia dan memastikan keamanan nasionalnya.

"Saya benar-benar bertekad," tulisnya pada posting tersebut, sebagaimana dilansir Al Jazeera. Dia juga mencantumkan 15 poin aksi yang ingin dia targetkan.

Dia mengatakan ingin mencoba mengembalikan proses negosiasi formal atas Nagorno-Karabakh di bawah naungan kelompok OSCE Minsk dan memprioritaskan pemulangan orang ke wilayah yang masih dikuasai oleh etnis Armenia.

BACA JUGA: Putin: Hampir 5.000 Orang Tewas dalam Konflik di Nagorno-Karabagh

Itu berarti membantu orang memulihkan rumah dan infrastruktur yang rusak, menawarkan bantuan keuangan kepada keluarga tentara yang tewas dalam konflik, dan merawat mereka yang terluka.

Panshinyan mengatakan, dia juga ingin menangani status hukum Nagorno-Karabakh, melakukan reformasi militer, mengubah undang-undang pemilu, dan fokus pada penanggulangan pandemi virus corona dan ekonomi.

“Pada Juni 2021 saya akan menyajikan laporan tentang peta jalan ini,” tulis Pashinyan. “Opini dan reaksi publik akan diperhitungkan untuk memutuskan tindakan di masa depan”.

Sementara itu, orang Azerbaijan sedang mengunjungi daerah yang mereka rebut kembali selama konflik, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk warga sipil di kedua sisi.

Etnis Armenia yang pergi dari daerah-daerah itu telah membakar gedung-gedung karena marah karena dipaksa pergi berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Hikmet Hajiyev, asisten Presiden Ilham Aliyev, pada Rabu membagikan video di Twitter memperlihatkan keadaan di Kota Fuzuli, mengatakan: "Tidak ada bangunan kokoh yang tersisa."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini