Perjanjian Damai Disepakati, Rusia Kirim Pasukan Perdamaian ke Nagorno-Karabagh

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 11 November 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 18 2307792 perjanjian-damai-disepakati-rusia-kirim-pasukan-perdamaian-ke-nagorno-karabagh-8eutFbq30y.jpg Pasukan penjaga perdamaian Rusia bertolak ke Nagorno-Karabagh dari Ulyanovsk. (Foto: Kementerian Pertahanan Rusia/Reuters)

MOSKOW – Rusia mengerahkan ratusan pasukan penjaga perdamaiannya ke daerah kantong Nagorno-Karabagh yang disengketakan, menyusul kesepakatan untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.

Pertempuran sengit antara pasukan Azerbaijan dan etnis Armenia telah berlangsung di Nagorno-Karabagh selama berminggu-minggu, sampai kedua belah pihak menyetujui kesepakatan perdamaian yang ditengahi Rusia pada Senin (9/11/2020).

BACA JUGA: Putin: Hampir 5.000 Orang Tewas dalam Konflik di Nagorno-Karabagh

Daerah kantong tersebut diakui secara internasional sebagai Azerbaijan tetapi telah dijalankan oleh etnis Armenia sejak 1994.

Kesepakatan damai itu memicu suasana gembira di Azerbaijan dan kemarahan di Armenia.

Menurut ketentuannya, Azerbaijan akan mempertahankan beberapa wilayah yang diambilnya selama konflik. Armenia juga setuju untuk mundur dari beberapa daerah lain yang berdekatan selama beberapa pekan ke depan.

Wartawan BBC Orla Guerin di Baku mengatakan bahwa, secara keseluruhan, kesepakatan itu harus dibaca sebagai kemenangan Azerbaijan dan kekalahan Armenia.

Para pengunjuk rasa di Armenia telah merusak gedung-gedung resmi dan menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Nikol Pashinyan.

Kesepakatan damai, yang ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan perdana menteri Armenia, berlaku mulai Selasa (10/11/2020) pukul 01:00 waktu setempat.

BACA JUGA: Konflik Nagorno-Karabakh: Armenia, Azerbaijan Sepakat Tak Akan Target Warga Sipil

Selama pidato daring yang disiarkan televisi, Presiden Putin mengatakan bahwa penjaga perdamaian Rusia akan dikerahkan untuk berpatroli di garis depan. Sepuluh pesawat yang membawa gelombang pertama pasukan lepas landas dari pangkalan udara di Ulyanovsk pada Selasa pagi.

Setidaknya 2.000 tentara Rusia pada akhirnya akan aktif di wilayah tersebut dan mereka akan menjaga "koridor Lachin" yang menghubungkan Ibu Kota Karabakh, Stepanakert, ke Armenia. Sembilan puluh pengangkut personel lapis baja juga akan dikerahkan sebagai bagian dari misi lima tahun yang dapat diperbarui.

Putin mengatakan perjanjian itu akan mencakup pertukaran tahanan perang, dengan "semua kontak ekonomi dan transportasi akan dibuka."

Moskow berada dalam aliansi militer dengan Armenia dan memiliki pangkalan militer di sana, tetapi juga memiliki hubungan dekat dengan Azerbaijan dan telah menjual senjata ke kedua negara.

Turki, yang secara terbuka mendukung Azerbaijan, juga akan mengambil bagian dalam proses pemeliharaan perdamaian, menurut presiden Azerbaijan yang bergabung dengan Putin selama pidato tersebut. Namun peran pasti yang akan dimainkan Turki masih belum jelas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini