Mengenai darimana warga Cimahi terpapar, Ajay menyebutkan, berdasarkan hasil traking kebanyakan kasus impor dari luar daerah. Sementara untuk penyebaran kasus yang murni berasal dari dalam wilayah Kota Cimahi, berdasarkan catatan tidak ada.
Namun dirinya menolak, jika dikatakan kembalinya ke zona merah Cimahi diakibatkan karena longgarnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Sebab setiap pekannya dan dalam berbagai kesempatan pihaknya selalu meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Bukan karena longgarnya penerapan protokol kesehatan, karena intervensi selalu kami lakukan. Penyebabnya karena, perjalanan luar daerah dan kepadatan penduduk di Cimahi," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.