Cluster Pesantren Picu Melonjaknya COVID-19 di Cimahi

Adi Haryanto, Koran SI · Kamis 19 November 2020 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 525 2312585 cluster-pesantren-picu-melonjaknya-covid-19-di-cimahi-e2AJeNbESn.jpg Foto ilustrasi Okezone

CIMAHI - Peningkatan kasus COVID-19 di Kota Cimahi disebabkan karena munculnya klaster pesantren. Tercatat ada 17 santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan kini sedang menjalani isolasi mandiri.

Ke-17 santri itu berasal dari Pondok Pesantren Baitul Izza, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Saat ini pesantren tersebut sudah ditutup sementara untuk aktivitas belajar ataupun kunjungan orang tua.

(Baca juga: Pemerintah Optimis Pariwisata Bangkit Kembali pada 2021)

Munculnya klaster pesantren menyebabkan hingga Rabu (18/11/2020) total kasus positif COVID-19 di Kota Cimahi mencapai 810 orang. Rinciannya terdiri dari 227 orang terkonfirmasi aktif, sembuh 559, dan meninggal dunia 24 orang.

Ketua Yayasan Pesantren Baitul Izza, Angka Dwi Hadianto mengatakan, penyebaran COVID-19 terhadap santrinya berawal dari dua orang santri yang sakit lalu menjalani swab test di puskesmas. Namun kemudian menyebar ke kontak eratnya sampai akhirnya sekarang ada 17 yang positif.

(Baca juga: Salut, Para Pemilik Rumah ini Tidak Takut Membiarkan Orang Asing Tinggal di Rumahnya)

"Awalnya hanya dua orang yang positif, tapi kemudian menyebar ke kontak eratnya. Totalnya sekarang ada 17 yang positif," ucapnya, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, kondisi mereka semuanya dalam kondisi sehat. Pihaknya kini mengisolasi semua santri yang positif di dalam lingkungan pesantren. Serta mengharuskan semua pengurus dan santri lainnya untuk menjalani swab test. "Ada ruangan isolasi khusus yang disiapkan di dalam lingkungan pesantren. Kami juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan sebagai antisipasi," tuturnya. (Don)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini