Guru dan Wali Murid di Blitar Siap Langsungkan Pembelajaran Tatap Muka

Solichan Arif, Koran SI · Senin 23 November 2020 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 519 2314790 guru-dan-wali-murid-di-blitar-siap-langsungkan-pembelajaran-tatap-muka-9lLaowFvmd.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

BLITAR - Pemkab Blitar memastikan 99 persen sekolah di wilayah Kabupaten Blitar siap melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021 mendatang. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh lembaga sekolah sudah mengubah diri menjadi sekolah tangguh.

"Alhamdulillah 99 persen sekolah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusuma Marjaka kepada, Senin (23/11/2020).

Jumlah lembaga pendidikan negeri dan swasta di Kabupaten Blitar cukup besar.

Untuk SD sebanyak 875 lembaga dengan perincian 653 negeri dan 222 swasta. Kemudian SMP sebanyak 168 lembaga, yakni 60 negeri dan 108 swasta, SMA sebanyak 44 lembaga, yakni 10 negeri dan 34 swasta serta SMK sebanyak 32 lembaga, dengan perincian 6 negeri dan 26 swasta.

"Dinas sudah melakukan pemantauan dan penilaian ke masing masing sekolah," terang Budi Kusuma. Kesiapan mulai dari guru dan kepala sekolah telah dicek. Yakni terutama menyangkut pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19. Kemudian juga ketersediaan sarana dan prasarana protokol kesehatan di masing masing sekolah.

"Termasuk skenario pembelajaran dan kurikulum khusus," tambah Budi Marjaka. Dalam persiapan pelaksanaan belajar tatap muka nanti setiap sekolah juga diwajibkan membentuk tim Satgas COVID-19 yang bekerja sama dengan puskesmas setempat. Ketika sewaktu waktu ditemukan kasus di sekolah, Tim akan langsung berkoordinasi dengan puskesmas.

Baca Juga : Sudah Terapkan Prokes Ketat, Surya Paloh Tetap Positif Covid-19

Baca Juga : Jelang Pilkada 2020, Airlangga Umumkan Medsos Partai Golkar

Menurut Budi, izin tertulis dari orang tua secara prinsip tetap berlaku. Setiap siswa yang melaksanakan belajar tatap muka harus seijin orang tua. Yakni baik dilakukan secara bergiliran maupun penuh. Dan sejauh ini, kata Budi wali murid menyatakan setuju (sekolah tatap muka).

"Alhamdulillah wali murid 100 persen mendukung dan menyetujui (belajar tatap muka)," kata Budi Kusuma.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini