Detail perjanjian tersebut tidak pernah dipublikasikan dan telah dikritik oleh beberapa orang, termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo.
Berbicara pada jumpa pers, Selasa (24/11/2020), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa dimasukkannya Uighur ke dalam daftar orang-orang yang dianiaya oleh Paus Fransiskus "sama sekali tidak berdasar."
"Ada 56 kelompok etnis di China, dan kelompok etnis Uighur adalah anggota yang setara dengan keluarga besar bangsa China. Pemerintah China selalu memperlakukan (semua) kelompok minoritas secara setara dan melindungi hak dan kepentingan mereka yang sah," katanya. Kata.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.