WHO: Kematian Akibat Malaria Akan Lewati Covid-19 di Sub-Sahara Afrika

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 30 November 2020 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 18 2318775 who-kematian-akibat-malaria-akan-lewati-covid-19-di-sub-sahara-afrika-2lKnELPomY.jpg Foto: Reuters.

LONDON – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (30/11/2020) memperingatkan bahwa kematian akibat penyakit malaria di wilayah sub-Sahara Afrika bisa melebihi korban meninggal akibat Covid-19. Hal ini disebabkan karena gangguan terhadap layanan penanganan malaria, sebagai dampak pandemi virus corona.

Menurut laporan malaria terbaru WHO, lebih dari 409.000 orang di seluruh dunia, sebagian besar anak-anak di bagian termiskin Afrika, meninggal akibat penyakit tersebut pada 2019. Pandemi Covid-19 hampir dipastikan meningkatkan angka kematian itu pada 2020.

BACA JUGA: Presiden Trump Pertahankan soal Penggunaan Obat Malaria

“Perkiraan kami bergantung pada tingkat gangguan layanan (karena Covid-19)... mungkin ada kematian ekses akibat malaria antara 20.000 dan 100.000 di sub-Sahara Afrika, kebanyakan terjadi pada anak-anak,” kata direktur program malaria WHO Pedro Alsonso sebagaimana dilansir Reuters.

“Kemungkinan besar kematian akibat malaria lebih besar daripada kematian langsung akibat Covid.”

Laporan WHO menemukan ada 229 juta kasus malaria secara global pada 2019, dan mengatakan bahwa meskipun ada tantangan pandemi Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, banyak negara di seluruh dunia telah berjuang keras dan bertahan melawan penyakit tersebut.

“Keberhasilan jangka panjang dalam mencapai dunia bebas malaria dalam satu generasi masih jauh dari pasti,” katanya. Meski begitu, beberapa negara Afrika yang paling parah terkena malaria telah berjuang untuk membuat kemajuan yang signifikan sejak 2016.

BACA JUGA: Ilmuwan Temukan Mikroba untuk Kendalikan Malaria

Karena penularan malaria yang terus-menerus melalui nyamuk di banyak bagian dunia, separuh populasi global berisiko tertular penyakit, yang masih membunuh seorang anak setiap dua menit tersebut.

Peter Sands, direktur eksekutif Global Fund untuk memerangi AIDS, tuberkulosis dan malaria, mengatakan temuan laporan WHO "sangat tepat waktu".

“Dunia kesehatan global, media, dan politik, semuanya terpaku pada Covid, ...namun kami tidak begitu memperhatikan penyakit yang masih menewaskan lebih dari 400.000 orang setiap tahun, terutama anak-anak,” katanya kepada wartawan di pengarahan.

"Dan untuk mengingatkan Anda, ini adalah penyakit yang kami tahu cara menyingkirkannya - jadi ini adalah pilihan yang tidak kami miliki."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini