Jalan Provinsi di Lebak Penuh Lumpur Sebabkan Banyak Kendaraan Tergelincir

Yaomi Suhayatmi, · Selasa 01 Desember 2020 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 340 2319772 jalan-provinsi-di-lebak-penuh-lumpur-sebabkan-banyak-kendaraan-tergelincir-3PRp9A8hCK.jpeg (Foto: Yaomi)

LEBAK – Nyaris tak terlihat jalan berasapal, yang ada hanyalah hamparan lumpur tanah merah sepanjang ruang jalan di Desa Cilayang, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak Banten, Selasa (1/12/2020). Hujan semakin memperparah kondisi ruas jalan provinsi yang menjadi jalan penghubung utama Kecamatan Maja, Kecamatan Curugbitung, Lebak dan Jasinga, Bogor, Jawa Barat itu.

Akibatnya, para pengendara yang melintas di jalan provinsi ini harus ekstra hati-hati, namun tetap saja beberapa pengendara roda dua mengalami nasib naas, hilang keseimbangan dan akhirnya tergelincir diantara jalan berlumpur nan licin. 

"Sepanjang jalan dari SMA Curugbitung-Polsek Curugbitung sampai depan Perumahan Bintang Maja Lestari Cilayang, super licin. Banyak pengendara motor jatuh. Sepanjang jalan dari mulai SMA Curugbitung-Polsek Curug Bitung. Paling parah jalan di wilayah Desa Cilayang,” ucap seorang pengendara. 

Sementara itu, seorang pengendara motor tak bisa menyembunyikan kekesalannya, karena motornya penuh lumpur padahal ia harus bergegas untuk ke tempat kerja.

“Gimana rasanya kalau ke kantor kondisi motor penuh lumpur, coba dong mikir sedikit ke rakyat jangan serakah,” ungkapnya kesal.

Bagi warga setempat, kondisi jalan licin dan penuh lumpur akibat hilir mudik mobil pengangkut galian tanah dengan tonase tak terkontrol inilah menjadi biang keladinya. Setiap harinya, menurut warga, tak kurang dari seratus mobil truk keluar masuk dari area lokasi galian milik pengusaha berinisial HM tersebut. 

“Sudah lama ini galiannya, mungkin sekitar 2 tahun. Kami tidak mengerti kenapa diizinkan pemerintah, yang pasti akibatnya ya seperti ini, licin penuh lumpur dan jadi pemicu kecelakaan. Tentu sangat membahayakan keselamatan kita sebagai masyarakat pengguna jalan di sini,” tutur salah seorang warga.

Kesal dengan kondisi jalan yang membahayakan, warga pun memblokade jalan dan melarang kendaraan truk pengangkut pasir untuk berhenti beroperasi. 

Menghadapi kemarahan warga, Jaro atau Kepala Desa Cilayang, Tasim turun langsung menenangkan warganya. “Barusan sudah beres musyawarah sama warga. Jadi hasil ya musyawarah tersebut. Bila mana hujan warga minta tolong jngan beroprasi dulu,” jelasnya kepada Okezone.

Jalan Lebak

Jaro Tasim menegaskan, jika pihak pengusaha galian tersebut melanggar kesepakatan dengan warga dan ngoto tetap beroperasi, maka warga tak segan menutup perusahan tersebut. “Kalau mengulangi kembali terpaksa galian akan warga tutup langsung,” tandas Jaro Tasim.

Baca juga: Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Tutup Jalan Rusak dengan Sofa

Sebenarnya bukan kali ini saja warga beramai-ramai menyampaikan keluhan mereka namun tak juga membuahkan hasil, terbukti dengan aktivitas galian tetap berjalan hingga saat ini. Warga pun berharap, suara mereka didengarkan oleh pihak terkait dan tentu saja pemerintah daerah.

“Kita sudah berkali-kali demo, tapi gak pernah ada hasilnya, sebagai orang kecil kami ini tidak di dengar, padahal keselamatan sangat penting, tolong lah pejabat-pejabat ini dengarkan nasib kami,” harap salah seorang warga diamini yang lainnya.

Keinginan warga tentu tak berlebihan untuk mendapatkan hak infrasturktur yang layak, mengingat jalan raya merupakan fasilitas umum yang dibangun dari pajak yang berasal dari masyarakat. Bahkan Bupati Lebak, Iti Ocktavia Jaya Baya perngah mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah mengahabiskan anggara Rp50 milyar untuk menyelesaikan pembangunan jalan dan jembatan di kawasan tersebut. 

"Jembatan hancur, jalan rusak. Ini semua dibiayai pajak rakyat. Butuh Rp 50 miliar untuk memperbaiki jalan ini, tapi kamu rusak seenaknya,” suara Iti dalam potongan video yang viral di awal tahun lalu.

Jalur ini memang sempat viral ketika Februari lalu Bupati Lebak, Iti Octavia Jaya Baya mengamuk karena sopir-sopir truk pengangkut galian tanah. Namun, beberapa bulan berlalu, rupanya truk-truk itu pengangkut galian itu pun kembali beroperasi. “Untuk pihak pemerintah terkait mohon kiranya ditindak-lanjuti kembali karena kami sebagai pengguna jalan mengharapkan kenyamanan. Jadi kayak kucing-kucingan antara oknum petugas dan pengusaha galian tanah,” tuntut salah satu warga Desa Cilayang.

Sampai berita ini diturunkan, Camat Curugbitung maupun Bupati Lebak, Iti Jayabaya belum bersedia diminta komentarnya terakit kondisi jalan licin penuh lumpur yang sering menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas sebagaimana dikeluhkan warga dan para pengguna jalan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini