Aktivitas Meningkat, 500 Warga Sekitar Gunung Semeru Diungsikan

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 519 2319294 aktivitas-meningkat-500-warga-sekitar-gunung-semeru-diungsikan-sxqeOBA5uK.jpg

LUMAJANG - Sebanyak 500 warga sekitar Gunung Semeru telah dievakuasi pada Selasa (1/12/2020) dini hari setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanis. Warga sekitar lereng Gunung Semeru mengungsi di tiga titik pengungsian yang berada di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Wulung, Kecamatan Candipuro, Lumajang

Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Semeru Wawan Hadi membenarkan bahwa warga di radius 10 kilometer telah mengungsi akibat panik adanya guguran awan panas dan lava panas.

BACA JUGA: Pendakian Gunung Semeru Ditutup karena Aktivitas Vulkanologi Meningkat

"Warga dari radius 10 kilometer sudah mulai mengungsi ke tiga titik. Ini kami satukan (posko pengungsian), tadinya ada beberapa titik, karena kesulitan ngontrol kita jadikan satu titik di Dusun Kamar Kajang," ujar Wawan Hadi saat dihubungi Okezone, pada Selasa pagi (1/12/2020).

Pihak BPBD telah menyiapkan dua sekolah dasar yang ada di Dusun Kamar Kajang sebagai tempat pengungsian ke warga, bila sewaktu - waktu Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas.

"Ada dua sekolah dasar yang kami siapkan bila pengungsi ini bertambah. Karena kami juga harus memastikan di pengungsian warga menetapkan protokol kesehatan COVID-19, dengan menjaga jarak," tuturnya.

BACA JUGA: Relawan Syok Dengar Pendakian Gunung Semeru Ditutup

Wawan menambahkan, pihak BPBD Lumajang juga telah berkoordinasi dengan Muspika Candipuro untuk mengingatkan warga di radius 15 - 20 kilometer untuk tetap waspada. Selain itu warga yang berada di aliran lahar dingin empat sungai, terutama Besuk Kobokan untuk bersiap mengantisipasi lahar dingin.

"Laharnya sudah masuk ke Besuk Kobokan, sudah sangat tinggi. Terutama warga di sepanjang DAS (Besuk Kobokan) itu kita ungsikan. Kita khawatir kalau hujan ini tambah bahaya. Yang terdampak lahar dinginnya kita geser ke tempat pengungsian. Kewaspadaan njagani (mengantisipasi) bila terjadi sesuatu warga sudah terungsikan," bebernya.

BPBD bersama instansi lain seperti TNI, Polri, Satpol PP juga telah menyiapkan armada truk yang nantinya sewaktu - waktu digunakan warga untuk mengungsi.

"Pagi tadi sudah kita geser dengan dua armada truk, sekarang ini ada dua armada truk dari Kodim dan dua armada truk dari Satpol PP," tukasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini