Gakkumdu OKU Terima 10 Laporan, Semua Laporan Tak Bisa Diproses

Widori Agustino, iNews · Kamis 03 Desember 2020 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 610 2321074 gakkumdu-oku-terima-10-laporan-semua-laporan-tak-bisa-diproses-6QkDYqSQIm.jpeg Foto ilustrasi Okezone

BATURAJA– Hingga November 2020, Gakkumdu Kabupaten OKU menerima 10 laporan dan temuan dugaan pelanggaran Pilkada. Namun karena buktinya kurang, delapan laporan dan temuan itu tidak bisa diproses.

“Ya, kita sampai hari ini sudah menerima 10 laporan dan temuan dugaan pelanggaran Pilkada,” ucap Koordinator Gakkumdu OKU yang menjabat Komisioner Bawaslu OKU, Anggi Yumarta.

 (Baca juga: Wakapolri: Siapa pun Ikuti Benny Wenda Pisah dari NKRI Akan Ditindak!)

Rinciannya adalah laporan langsung dari masyarakat ada dua kasus yakni terkait ujaran kebencian dan sara di media sosial (medsos). Kemudian temuan anggota Gakkumdu di lapangan sebanyak enam kasus antara lain, perihal pengerahan perangkat desa di Kecamatan Lengkiti, Kecamatan Sosoh Buay Rayap dan di Desa Pengaringan.

“Semua laporan dan temuan dugaan pelanggaran Pilkada itu tidak kita proses, karena tidak terpenuhi unsur materil atau alat bukti kurang,” tegas Anggi.

(Baca juga: Moeldoko: Isu Kriminalisasi Ulama Hanya Mobilisasi Emosi demi Kepentingan Politik)

Terbaru, lanjut Anggi, Gakkumdu menerima dua laporan kasus dugaan pelanggaran Pilkada lagi, yakni tentang video mantan Wagub Sumsel, Eddy Yusuf yang diduga menyebarkan hoax soal masa jabatan Pjs, serta pengerahan aparat desa yang dilakukan oknum kades.

“Namun lagi-lagi sepertinya untuk kedua kasus ini tidak bisa kita proses karena alat buktinya tidak mencukupi. Namun laporan ini masih dikaji lagi lebih dalam,” terang Anggi.

Anggi menjelaskan, pihaknya memang sedikit mengalami kesulitan untuk menindaklanjuti laporan dan temuan seputar dugaan pelanggaran Pilkada.

Pasalnya, alat bukti yang dimasukkan pelapor baik itu berupa foto maupun video masih dinilai belum cukup. “Semua unsur harus terpenuhi baru laporan dan temuannya bisa kita proses,” pungkas Anggi.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini