Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Unik, Tradisi Wayang Orang di Tengah Sawah saat Pesta Panen di Ponorogo

Ahmad Subekhi , Jurnalis-Senin, 07 Desember 2020 |08:40 WIB
Unik, Tradisi Wayang Orang di Tengah Sawah saat Pesta Panen di Ponorogo
Tradisi Wayang Orang di Ponorogo (Foto: iNews/Subekhi)
A
A
A

PONOROGO - Beragam cara dilakukan untuk menggelar pesta, atas panen yang melimpah. Di Ponorogo Jawa Timur, petani menggelar tradisi metil atau pesta panen, di tengah sawah.

Ratusan warga membawa makanan, dan menggelar pentas wayang di persawahan. Suasana pun berlangsung seru. Di jalan persawahan, ratusan warga desa ini khusyuk berdoa. Mereka berharap, agar panen padi, membawa berkah untuk semua warga.

Prosesi metil atau pesta panen itu merupakan tradisi dari warga Desa Kedungbanteng Kecamatan Sukorejo Ponorogo.

Warga membawa beragam sesaji dan makanan unik. diantaranya, nasi tumpeng, ingkung ayam, gedang setangkap atau dua tangkai pisang sepasang. Tak lupa sego golong atau nasi berbentuk kepalan bulat, 9 biji. Lalu ada polo pendem atau umbi 7 macam, sayur mayur matang dan mentah, juga beragam menu unik lainnya.

Makanan pun dijajar di tengah, dan warga duduk melingkar berdoa. Agar tuhan senantiasa memberi, keselamatan, keberkahan dan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Usai berdoa bersama, ratusan warga warga menyaksikan pentas wayang orang, yang berkisah tentang Dewi Sri, yang lolos dari Angkaramurka. Dewi Sri, juga sebagai perlambang, kesubururan dan kemakmuran.

Usai pentas, warga makan bersama sama. Sebagai wujud gotongroyong dan kebersamaan antar warga.

"Pesta panen ini, tradisi saat musim panen padi. Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Sekaligus doa keselamatan, agar terhindar dari bencana," jelas dalang Permadi.

Pentas di tengah sawah, ini sekaligus sebagai upaya, pelestarian budaya lokal. Agar tidak kalah oleh budaya asing.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement