JAKARTA - Rabithah Alawiyah meminta semua pihak untuk menahan diri, dan tidak memperkeruh situasi, terkait dengan meninggalnya 6 orang Laskar FPI.
Rabithah Alawiyah adalah suatu organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Pada umumnya organisasi ini menghimpun WNI keturunan Arab, khususnya yang memiliki keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW
Dalam penyataan sikap resmi yang didapat Okezone, Selasa (8/12/2020). Rabithah Alawiyah menyerukan kepada seluruh pihak agar menahan diri dari sikap-sikap yang memperkeruh situasi.
"Mengingat kondisi yang terjadi akhir-akhir ini, maka diimbau agar seluruh pihak bisa menunjukkan kebijaksanaan serta kedewasaan dalam bertindak sesuai dengan koridor hukum negara yang menjunjung tinggi perlindungan HAM," demikian tertulis dalam rilis.
Rabithah memandang situasi saat ini adalah saat yang mana seluruh dunia bersatu untuk melawan pandemi Covid-19. Apalagi sesama warga negara Indonesia yang seharusnya saling bersinergi, bahu-membahu, dan bergotong royong guna bangkit dari pandemi Covid-19.
Baca Juga: 6 Laskar FPI Ditembak Mati, Rabithah Alawiyah Minta Dibentuk Tim Independen
"Musuh negara sesungguhnya adalah orang-orang yang mengambil kesempatan di tengah kesulitan rakyat kala pandemi. Korupsi dan ketidakadilanlah yang harus menjadi musuh bersama. Sedangkan kemanusiaan hendaknya merupakan prinsip yang mesti dijunjung tanpa mengenal asal usul suku, ras, agama, maupun asal usul ormas," ungkapnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.