Sama dengan Surakarta, dia menuturkan di Pilkada Kota Medan dari 95,5% yang mengetahui Bobby Nasution menantu Joko Widodo maju calon Wali Kota Medan, sebanyak 79,3% dapat menerima pencalonannya. Dan yang tidak menerima hanya 2,9%.
"Alasan 4 terbesar karena setiap WNI punya hak yang sama 26,1%, ingin ada perubahan 8,9%, pintar atau intelektual 8,6% dan putra daerah 8,3%," ungkapnya.
Begitupun dengan yang terjadi di Kota Tangerang Selatan, dari yang mengetahui majunya Siti Nur Azizah, Rahayu Saraswati dan Pilar Saga Ikhsan maju dalam kontestasi pilkada, sebagian besar masyarakat menjawab dapat menerima.
Baca Juga: Diteror Bungkusan Isi Kepala Kambing, Ketua KIPP Jatim Lapor Polisi
Namun, ada perbedaan dinamika di antara 3 kota tersebut, melihat dari elektabilitas dari para calon kepada daerah itu, Qodari berkata jika di Surakarta, Gibran diprediksi menang mudah, di Medan, Bobby Nasution juga berpeluang menang dengan catatan harus kerja keras.
"Sebaliknya di Tangerang Selatan, yang berpeluang besar menang justru dinasti lokal 'mampu menumbangkan' dinasti nasional yang diwakili oleh pasangan calon Benyamin Davnie-Pilar Saga Ikhsan," katanya.