Share

Ini Faktor Utama Kemenangan ER-JI di Kota Surabaya

Aan haryono, Koran SI · Rabu 09 Desember 2020 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 519 2324691 ini-faktor-utama-kemenangan-er-ji-di-kota-surabaya-ChhbEfxbbW.jpg Foto: dok Okezone

SURABAYA - Hasil perhitungan quick count pasangan Eri Cahyadi-Armuji (ER-JI) unggul tebal di Pilkada Kota Surabaya. Hasil ini sudah sesuai dengan prediksi banyak lembaga survei yang menempatkan ER-JI sebagai kandidat kuat.

Kemenangan ER-JI sebenarnya dilalui dalam sekian rintangan di internal PDIP yang sempat terpecah. Namun, kondisi itu tak mengerus kekuatan PDIP di kandang banteng. Apalagi Surabaya dalam dua dekade terakhir ini benar-benar menjadi rumah bagi PDIP.

(Baca juga: Quick Count Pilkada Jambi, Al Haris-Sani Ungguli Sementara 48,58%) 

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Surokim Abdussalam menuturkan, Surabaya merupakan basis tradisional PDIP. Sehingga sulit untuk digoyahkan kendati ada faksi-faksi yang bersaing.

“Jadi kondisinya tidak berpengaruh ke voters ideologis PDIP yang sudah tertanam lama di Surabaya,” kata Surokim, Rabu (9/12/2020).

Ia melanjutkan, faktor yang paling dominan lainnya tentu saja efek Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selama 10 tahun terakhir, Risma tetap menjadi magnet kuat di masyarakat. Apalagi tingkat kepuasaan terhadap Risma begitu tinggi, yakni mencapai 90 persen.

“Perlu diingat juga ada blunder video hancurkan Risma yang sempat viral. Saya pikir itu juga membuat sentimen negatif dalam kontestasi pilkada di Surabaya,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, Eri Cahyadi juga menjadi sosok paling beda diantara empat kandidat. Ia termasuk sosok paling muda dan good looking bagi pemilih. Kelebihan itu benar-benar bisa dimaksimalkan oleh mantan Kepala Bappeko Surabaya itu.

(Baca juga: Ketua KPU Akui Ada Kendala Penyaluran Logistik Pilkada di Papua) 

“Debat kandidat yang menunjukkan penguasaan data dan masalah pada pasangan ER-JI jelas bisa menjadi pembeda dan mendongkrak suara,” ucapnya.

Surokim juga menambahkan, fakta lainnya juga menunjukan swing voters 41,9 persen yang akhirnya dibagi rata oleh dua pasangan calon yang ikut bertanding di Pilkada Surabaya. “Jika cute off, suara undicided voters dianggap sebagai golput,” jelasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini