Selain itu, katanya, Eri Cahyadi juga menjadi sosok paling beda diantara empat kandidat. Ia termasuk sosok paling muda dan good looking bagi pemilih. Kelebihan itu benar-benar bisa dimaksimalkan oleh mantan Kepala Bappeko Surabaya itu.
(Baca juga: Ketua KPU Akui Ada Kendala Penyaluran Logistik Pilkada di Papua)
“Debat kandidat yang menunjukkan penguasaan data dan masalah pada pasangan ER-JI jelas bisa menjadi pembeda dan mendongkrak suara,” ucapnya.
Surokim juga menambahkan, fakta lainnya juga menunjukan swing voters 41,9 persen yang akhirnya dibagi rata oleh dua pasangan calon yang ikut bertanding di Pilkada Surabaya. “Jika cute off, suara undicided voters dianggap sebagai golput,” jelasnya.
(Donatus Nador)