Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Viral, Persahabatan Lansia dan Anak Muda Akibat Pandemi Covid-19

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 11 Desember 2020 |06:01 WIB
Viral, Persahabatan Lansia dan Anak Muda Akibat Pandemi Covid-19
Persahabatan antara nenek-nenek dan anak muda akibat pandemi (foto: BBC)
A
A
A

Sementara itu, di sebuah rumah jompo di pinggiran Paris, Claire Biet yang berusia 80 tahun menikmati obrolan setengah jam dengan seorang siswa pada Senin (7/12).

“Kami berbicara tentang segalanya,” ujarnya. Keduanya mengobrol tentang buku Prancis populer Le Petit Prince hingga perjalanannya ke gurun Sahara.

“Dia berusaha keras. Dia mengoreksi dirinya sendiri ketika dia merasa dia mengatakan sesuatu yang kurang tepat. Dia selalu mencari cara yang lebih baik untuk mengekspresikan dirinya. Itu mengasyikkan,’ terang Claire.

Claire adalah satu dari lima penghuni di panti jompo Résidence du bord de Marne yang mengambil bagian dalam proyek tersebut.

“Tempat tinggal kami selalu terbuka untuk dunia luar. Selama penguncian kami terputus - tidak ada pertukaran dengan generasi yang lebih muda,” kata pekerja rumah pensiunan Christal Pethuis, yang telah membantu mengoordinasikan panggilan tersebut.

“Dulu kami punya tempat penitipan anak. Sekarang kami tidak melihat anak-anak lagi, dan penduduk merindukan mereka. Jadi saya langsung tertarik pada gagasan untuk mengatur percakapan dadakan dengan anak muda,” ujarnya.

Di panti jompo di Prancis, Marie-Josèphe Anduze-Faris, yang dipanggil dengan nama panggilan MiJo, juga ikut melakukan percakapan mingguan dengan dua siswa di Korea Selatan (Korsel) dan Uzbekistan.

MiJo, yang dijuluki sebagai “silver gamer” mengatakan dia memiliki kontak dengan anak muda di seluruh dunia melalui video game dan sudah mahir dengan teknologi.

Namun dengan mengajar siswa fasih bahasa Prancis telah membantunya merasa berguna saat melalui pandemi dan membuatnya menjalin persahabatan baru. Sembari bercanda, dia mengatakan jika percakapan ini memberinya kesempatan untuk melatih “bahasa gaul”-nya dan mempersiapkan siswa untuk percakapan nyata dengan teman-teman Prancis mereka nantinya.

“Saya suka tertawa jadi kami sering tertawa dan melalui tertawa saya pikir Anda bisa mengajar lebih baik dan Anda belajar lebih baik. Itu sangat penting,” katanya.

Bahkan salah satu siswa berencana untuk mengunjungi Prancis sesegera mungkin setelah pandemi virus corona berakhir dan keduanya berniat bertemu untuk sebuah video game.

Ternyata bukan hanya kakek dan nenek saja yang mendapat manfaat dari hubungan tersebut. Anak anak muda juga mendapatkan keuntungan. Salah satu orang pertama yang terlibat dalam proyek tersebut, yakni mahasiswa Inggris Isabel Cartwright mengakui hal itu.

Remaja berusia 20 tahun itu mengatakan pengalaman ini membuat dirinya merasa berharga selama penguncian dan memberi hal-hal yang sangat berkesan dan tak ternilai. Termasuk bisa melancarkan bahasa Prancisnya.

“Saya selalu berjuang karena kesusahan mempelajari Bahasa Prancis secara lisan. Jadi berbicara dengan Martine sangat fantastis. Dia terkadang berbicara dengan jelas dan sedikit lebih lambat untuk saya. Dia sangat sabar, dan menawarkan alternatif dari apa yang saya katakan tetapi dengan cara yang mudah dipahami. Luar biasa,” terangnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement