Menderita Sesak Napas, Pengungsi Erupsi Ile Lewotolok Meninggal Dunia

Joni Nura, iNews · Jum'at 11 Desember 2020 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 340 2325773 menderita-sesak-napas-pengungsi-erupsi-ile-lewotolok-meninggal-dunia-G2irJqqmxV.png Pengungsi Ile Lewotolok. (Foto: Joni Nura)

LEWOLEBA - Antonius Atu (51) seorang pengungsi erupsi Ile Lewotolok warga Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, Jumad (11/12/2020). Orang tua asal Jontona ini meninggal karena sakit dyspnoe cerorisis (sesak napas).

(Baca juga: Ini 10 SMA Terbaik Se-Indonesia 2020 Versi LTMPT)

“Antonus Atu, masuk Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba pada tanggal 9 Desember 2020, Almarhum Antonius Atu adalah pengungsi mandiri yang tinggal di rumah warga di Kelurahan Selandoro, karena sakit maka dijemput ke posko utama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, selanjutnya ia dirujuk dan dirawat di ruang Interna,” kata Kordinator bidang Humas Penanggulangan erupsi Ile Lewotolok, Markus Labi Waleng, Jumad (11/12/2020).

Dia mengatakan, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba akan menanggung seluruh biaya berobat termasuk biaya ambulance. Pemerintah daerah Kabupaten Lembata juga membantu menyediakan peti jenazah bagi almarhum Antonius.

“Pemerintah Kabupaten Lembata memfasilitasi dengan menyiapkan peti jenazah, juga menyiapkan ambulance dan membebaskan segala biaya,” ungkap Markus Waleng.

(Baca juga: Pohon Natal Raksasa Dibakar dalam Demonstrasi Memprotes Pembunuhan oleh Polisi di Albania)

Pemerintah Lembata meminta para pengungsi tetap menjaga kesehatan dan selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah dan taat protokol kesehatan. Total pengungsi yang meningal akibat sakit sudah 3 orang meninggal pasca erupsi Gununung Ile Lewotolok.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini