Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Bakal Operasi Yustisi Prokes Covid-19 di Tempat Parawisata

Antara , Jurnalis-Minggu, 13 Desember 2020 |02:30 WIB
 Polri Bakal Operasi Yustisi Prokes Covid-19 di Tempat Parawisata
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono (foto: Sindo)
A
A
A

BADUNG - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan operasi yustisi dengan menyasar kawasan rawan kerumunan dan krusial, seperti sektor pariwisata.

"Untuk mendukung upaya pemerintah memulihkan kembali ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19, Polri akan terus melakukan operasi yustisi di titik rawan kerumunan," kata Argo Yuwono dalam keterangan persnya, Sabtu (12/12/2020).

Ia mengatakan, operasi ini bertujuan untuk menindak tegas masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Operasi yustisi dilakukan di beberapa titik mulai dari pusat perbelanjaan, kawasan rawan berkerumun, dan kawasan krusial seperti sektor pariwisata.

Dalam acara webinar dengan tema “Restoring Tourism Kesehatan dan Keamanan Terjaga, Ekonomi Bangkit” di Hotel Aston, Kuta, Bali, Kadiv Humas Polri menegaskan, apa yang dilakukan Polri-TNI itu tidak serta merta untuk kepentingan diri sendiri atau kepentingan manapun. Namun hal ini dilakukan untuk kepentingan bersama agar semua pulih kembali.

Ia meminta kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama patuh dan menerapkan protokol kesehatan di segala aktivitas di luar rumah untuk memutus mata rantai Covid-19.

Selain itu, ia meminta agar Bali dapat menjadi contoh pelaksanaan protokol kesehatan, karena Bali yang mengandalkan pariwisata sebagai sumber pendapatan masyarakat.

"Kalau tingkat penularan Covid-19 rendah, wisatawan akan merasa nyaman berkunjung ke Bali," sambungnya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Bali, I Putu Astawa mengakui ketergantungan Bali pada pariwisata karena ada 1,3 juta penduduk bekerja di sektor ini, dan memberikan devisa sebesar Rp160 triliun. Saat ini kunjungan wisata di Bali sudah mencapai lebih dari 6.000 orang per hari.

Ia mengatakan, ada sanksi denda yang besar bagi pihak-pihak yang tidak melaksanakan protokol kesehatan secara serius.

"Kami juga melaksanakan sertifikasi obyek-obyek pariwisata," katanya.

Terkait dengan penanganan Covid-19, Kadis Pariwisata menjelaskan bahwa Bali sudah menyiapkan beragam skenario, mulai penanganan dengan jumlah pasien minimal sampai dengan 100 pasien, 200 pasien, dan selanjutnya.

Sementara itu, Kombes Harri Sindu Nugroho dari Polda Bali mengemukakan, pihaknya melalukan koordinasi, sosialisasi, dan penindakan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Kami gencarkan Operasi Yustisi untuk melaksanakan protokol kesehatan," ujar Harri.

Untuk itu, lanjut Harri, Polda Bali menurunkan banyak anggotanya dalam mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

Lalu, Dekan Fisip Universitas Udayana, I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa mengakui sedikitnya pilihan dalam menghadapi pandemi Covid 19.

"Jadi pilihannya kita harus kreatif mencari solusi bagaimana cara kita menghadapi pandemi ini," ujar Arjawa.

Khusus Bali yang mengandalkan pariwisata, Dekan Fisip Universitas Udayana itu mengingatkan mau tidak mau harus kreatif menghadapi pandemi ini.

Sekarang, Arjawa bersyukur pariwisata di Bali kembali menggeliat dari kunjungan wisatawan Nusantara. Ia berharap masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan agar trend positif kunjungan wisatawan kembali normal.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement