Share

Redam Emosi Warga Surabaya, Ini yang Dilakukan Risma

Aan haryono, Koran SI · Senin 14 Desember 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 519 2327120 redam-emosi-warga-surabaya-ini-yang-dilakukan-risma-W11Hr7fVFX.jpg Bu Risma menanam pohon untuk meredam emosi warga. (Foto: Aan Haryono)

SURABAYA - Ada banyak rahasia yang mulai diungkapkan Tri Rismaharini ketika menjabat sebagai orang nomor satu di Surabaya. Salah satunya rahasia untuk meredam emosi warganya dengan cara yang sederhana.

Bagi Risma, menanam pohon di berbagai wilayah Kota Pahlawan menjadi salah satu senjata utamanya. Selain berfungsi untuk penghasil oksigen dan penyerap karbondioksida, pohon juga menambah suasana kota menjadi lebih sejuk.

 (Baca juga:Risma Mau Fokus Usaha dan Ngajar Usai Tak Lagi Jabat Wali Kota)

"Banyak pertanyaan, kenapa Bu Risma tanam pohon banyak, biar supaya Surabaya lebih dingin. Karena kalau panas orang akan mudah emosi, mudah marah. Jadi kenapa kita harus tanam pohon sebanyak-banyaknya," kata Risma, Senin (14/12/2020).

Ia melanjutkan, menanam pohon ada tata cara atau teori perantingan yang tepat. Ini dilakukan agar petugas tidak sembarang dalam melakukan perantingan pohon. Hasilnya pun bisa maksimal dan memiliki nilai guna.

"Kalau di atas itu banyak daun, maka pohon itu akan berat, sehingga kalau kena angin dia gampang tumbang karena daya dorongnya (angin) semakin tinggi. Karena itu pohon juga tidak boleh terlalu tinggi," ujarnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) itu menambahkan, ketika pohon itu terlalu banyak daun, maka cahaya matahari tidak masuk. Apalagi, saat terjadi angin kencang maka beban pohon akan semakin berat karena angin tidak bisa melintas di ranting dan daun. "Makanya daun-daun di atas harus diranting supaya cahaya matahari dan angin bisa lewat. Sehingga pohon itu tidak mudah roboh," ungkapnya.

(Baca juga: Muhammadiyah Desak Bentuk Tim Independen 6 Laskar FPI, Jokowi: Tidak Perlu)

Sedangkan jika cabang pohon itu banyak, maka yang harus dikurangi ialah yang cabang-cabang kecil. Sementara untuk cabang besar dibiarkan saja jika tidak mengganggu orang atau kendaraan melintas di jalan. "Kalau cabangnya banyak yang dikurangi cabang yang kecil-kecil. Cabang besar dibiarkan saja, kecuali kalau cabang besar itu mengganggu orang lewat atau dia sudah terlalu tinggi," urainya.

Menurut dia, memilih posisi cabang pohon yang akan dipangkas juga penting. Sebab, jika asal memotong cabang, hal itu juga dapat berakibat beban pohon akan semakin berat ketika diterjang angin kencang. "Jadi kalau misal ada pohon, ada cabang besar, usahakan itu cabangnya maksimal tiga. Tiga cabang itu dari tiga sisi berbeda. Segitiga itu paling sempurna kekuatannya," sambungnya.

(Baca juga: Warganet Ramai Ucapkan Selamat Ultah Risma, Kangen Marah-marahnya) 

Selain memberikan arahan terkait cara perantingan pohon, Risma juga kembali mengingatkan agar memangkas cabang pohon yang terlalu rendah dan mengganggu pedestrian jalan. Ini dilakukan agar ketika ada orang melintas, ia tetap berada di jalur pedestrian itu.

 "Agar orang bisa lewat (pedestrian). Kalau orang tidak bisa lewat maka orang itu akan turun ke jalan nanti kalau tertabrak mobil maka kita yang salah," jelasnya.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini